Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Hujan Bantu Padamkan Kebakaran Hutan di Simalungun

Metro Daily • Kamis, 4 Agustus 2022 | 10:50 WIB
Foto: Hutan lindung terbakar yang terletak di Huta Sihorbo Nagori Purba Sipinggan Kecamatan Purba, serta di Nagori Sihalbe dan Kelurahan Haranggaol Kecamatan Haranggaol Horizon.
Foto: Hutan lindung terbakar yang terletak di Huta Sihorbo Nagori Purba Sipinggan Kecamatan Purba, serta di Nagori Sihalbe dan Kelurahan Haranggaol Kecamatan Haranggaol Horizon.
SIMALUNGUN, METRODAILY - Selain di Kabupaten Samosir, di Kabupaten Simalungun juga terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutlah), tepatnya di Kecamatan Purba dan Haranggaol Horizon. Bahkan hampir setiap tahun di dua kawasan tersebut terjadi karhutla.

Seperti terjadi Minggu (31/7/2022), kebakaran besar melanda kawasan hutan lindung. Persisnya hutan lindung yang terletak di Huta Sihorbo Nagori Purba Sipinggan Kecamatan Purba, serta di Nagori Sihalbe dan Kelurahan Haranggaol Kecamatan Haranggaol Horizon.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sejak Minggu (31/7/2022) pukul 11.00 WIB, dan api padam Senin (1/8/2022) malam setelah hujan deras mengguyur.

Kasi Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II Siantar Dinas Kehutanan Sumatera Utara, Tigor Siahaan kemarin menerangkan, kebakaran diketahui Minggu (31/7) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Titik api diketahui berasal dari perladangan warga,” kata Tigor.
Menurut Tigor, api padam karena bantuan hujan deras.

Selain api disinyalir berasal dari perladangan warga, kata Tigor, kuat dugaan masyarakat sekitar terlibat dalam proses terbakarnya kawasan hutan lindung di Sihorbo, Sihalbe, dan Haranggaol.

"Tiga lokasi ini (kawasan yang terbakar) masih satu hamparan,” katanya.

Sesuai catatan KPH Wilayah II Siantar, di dua kecamatan itu, sebutnya, tidak pernah absen terjadi kebakaran hutan. Ada saja hutan yang terbakar di dua kecamatan itu. Dengan faktor penyebab, keterlibatan masyarakat yang diduga dengan sengaja, keteledoran masyarakat, dan musim kemarau.

Padahal, lanjut Tigor, KPH Wilayah II Siantar kerap menyosialisasikan tentang pentingnya kawasan hutan lindung. Sosialisasi dilakukan dari tingkat nagori maupun kelurahan, hingga ke tingkat kecamatan.

"Bahwa ini hutan lindung, dan karena ini hutan lindung, tentunya ada dampak buruk bila tidak dilindungi,” tutur Tigor, menyampaikan poin penting yang kerap mereka sosialisasikan.

Disampaikan Tigor, KPH Wilayah II Siantar juga ada melihat masyarakat sekitar menggarap lahan hutan untuk memperluas areal perladangannya.

“Hal seperti itu terjadi merata di seluruh hutan yang ada di Simalungun,” sebutnya.

Dampak dari penggarapan lahan hutan, sudah sangat luas kawasan hutan yang dicaplok warga. Diperkirakan, telah 30 ribu hektare kawasan hutan yang digarap masyarakat.

“Secara keseluruhan luas hutan kita sekitar 100 ribu hektare. Di situ ada hutan produksi, hutan produksi terbatas, cagar alam, dan hutan lindung. Kalau perkiraan kita, 30 persennya sudah dicaplok oleh masyarakat,” ucap Tigor.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Simalungun Manaor Silalahi menyampaikan rasa bersyukurnya karena api yang membakar hutan di Kecamatan Purba dan Haranggaol Horizon telah padam.

“Kita bersyukur kali memang hujan turun, sehingga api bisa padam. Karena api membakar hutan di perbukitan, sulit diakses. Untung alam mendukung,” ucap Manaor. (tim) Editor : Metro Daily
#kebakaran hutan di simalungun