Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematangsiantar Periode 2021-2022 Edis Galingging menyebutkan, kegiatan internasional ini sangat baik sekaligus menjadi momentum mengangkat isu tentang perempuan dan lingkungan. Diharapkan juga mendongkrak pariwisita Danau Toba di kancah internasional.
“Kita sangat riskan jika melihat apa yang menjadi persoalan di sekitar Danau Toba, yakni tentang bagaimana keterlibatan perempuan terhadap lingkungan di Danau Toba khususnya. Persoalan perempuan adat di Indonesia atau khususnya di sekitar wilayah Danau Toba. Seharusnya acara sebesar itu harus mengagendakan tentang hak-hak perempuan adat, dikarenakan peran perempuan adat dalam meningkat perekonomian dan menjaga kelestarian lingkungan hidup sangat berperan penting mengingat sangat banyak persoalan yang dialami masyarakat adat saat ini,” kata Edis.
Menurut Edis, sangat relevan membahas perempuan adat mengingat hasil pembahasan W20 Indonesia akan dibawa dalam forum G20 di Denpasar, Bali.
“Karena itu, kita sangat mendorong agar isu tentang hak perempuan adat dan persoalan bagaimana keterlibatan perempuan dalam menyelesaikan persoalan lingkungan, terutama di Danau Toba, dibahas juga,”katanya.
Sementara Dian Sany Siagian, yang merupakan salah satu pengurus PMKRI Cabang Pematangsiantar sebagai Presidium Gerakan Kemasyarakatan (PGK), menambahkan forum perempuan internasional ini akan membahas 8 poin utama, diantaranya hal kesetaraan gender di ruang publik, kesehatan, pemberdayaan ekonomi perempuan, perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas, dan peran serta perempuan dalam mendorong perekonomian di daerahnya.
"Seharusnya ini menjadi momentum baik untuk membicarakan secara spesifik tentang persoalan perempuan adat terutama di sekitar Danau Toba," tambahnya.(is/esa) Editor : Metro-Esa