Rupanya kedatangan pocong yang mendapat pengawalan dari sejumlah aparat kepolisian itu dalam rangka aksi unjuk rasa salah satu kelompok warga yang mengklaim bangunan mall berdiri hanya setengah meter dari bibir parit.
Sontak kehadiran pocong ini menjadi tontonan pengunjung mall yang ramai-ramai mengabadikan momen keriuhan itu.
Koordinator aksi, Nasrun menyebut kehadiran mereka untuk menuntut manajemen mall membongkar sebagian bangunan yang dinilai menyalahi aturan.
"Inilah salah satu yang menyebabkan ruwetnya lalu lintas di inti kota Kisaran. Jalan ini jadi sarang macet yang dirugikan masyarakat sumbernya karena pembangunan mall ini," kata Nasrun.
Kata Nasrun, garis sempadan dengan jalan sesuai dengan aturan perizinan tertentu harus 7 meter dari badan jalan.
"Pembangunan mall ini benar-benar rapat. Kontruksi bangunannya dengan parit tak sampai dua meter dan makan badan jalan," kata dia.
Pendemo yang mulanya hanya bersuara di pintu masuk mall merasa tak ditanggapi dan berusaha masuk ke dalam mencari pihak manajemen di kantornya. Momen itulah yang membuat heran pengunjung. Tak lama, perwakilan manajemen yang dicari pendemo akhirnya bersedia ditemui.
"Intinya tadi saya sampaikan nanti hari Selasa tanggal 7 Juni, apa yang dituntut mereka tadi akan dijawab langsung oleh pihak manajemen," kata Imran, perwakilan manajemen mall. (Per/MD) Editor : Metro-Esa