Kapolres Tapteng, AKBP Jimmy Christian Samma mengatakan, ada dua titik jalan yang tertimbun material longsor di lokasi.
“Bencana alam longsor terjadi saat hujan deras disertai angin kencang. Arus juga sempat mengalami kemacetan panjang dari dua arah berlawanan, baik kendaraan yang datang dari Kabupaten Tapanuli Utara menuju Kota Sibolga dan sebaliknya,” kata AKBP Jimmy Christian dalam keterangannya kepada awak media, Sabtu (28/2/2022) siang.
Kapolres yang turun ke lokasi langsung melakukan tindakan cepat untuk melakukan penanggulangan longsor bersama stakeholder dengan mendatangkan alat berat. “Kita juga mengalihkan arus lalu lintas melalui jalan alternatif Rampah-Poriaha menunggu material longsor selesai dibersihkan dari badan jalan,” jelas Jimmy.
Lebih lanjut dijelaskannya, evakuasi material longsor dan pohon yang tumbang menutup badan jalan tersebut sempat ditunda. Hal itu karena mempertimbangkan kondisi tanah di atas perbukitan jalan dianggap masih labil sehingga rawan terjadi longsor susulan.
“Sehingga evakuasi material longsor oleh petugas gabungan bersama masyarakat kita mulai pagi tadi mulai pukul 06.00 WIB,” jelas Kapolres Jimmy.
“Dan untuk saat ini, kendaraan roda dua dan empat telah dapat melintas dari lokasi,” jelasnya.
3 Rumah Diterjang Angin
Sementara itu, tiga unit rumah warga di Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Sumatra Utara, rusak parah dihantam angin kencang, Jumat malam (27/5/2022) sekitar pukul 21.24 WIB.
Informasi diperoleh, atap rumah warga tersebut beterbangan dihantam angin kencang. Tidak ada dilaporkan korban jiwa dalam bencana alam ini.
Sementara satu unit rumah lainnya juga rusak ditimpa pohon. Tim BPBD Kota Sibolga sudah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. (net) Editor : Metro Daily