“Kurang lebih 2 tahun lalu, saya pernah salat di Masjid Al Ikhlas ii. Beberapa bagian masjid perlu direnovasi. Kebetulan, waktu itu ada program dari DPR RI bekerja sama dengan CSR BUMN. Masjid ini sudah dimasukkan ke dalam proposal agar dapat bantuan perbaikan. Namun apa daya, waktu itu muncullah pandemic Covid-19. Sehingga program bantuan perbaikan masjid gagal total, dialihkan (refocussing) ke program yang lain," ungkap Bupati Dolly, dalam sambutannya.
Menurut Bupati, akibat munculnya Covid-19, banyak agenda dan program pemerintah yang digeser ke hal-hal prioritas mendesak lainnya. Hal itu cukup menghambat laju pembangunan yang telah direncanakan.
"Tapi apa yang pernah saya ucapkan, itu menjadi niat dan janji bagi saya. Sehingga ketika ada kesempatan Masjid Al Ikhlas di Sugi ini dibantu, insyaallah melalui Bagian Kesra, akan dibantu. Program renovasi Masjid Al Ikhlas ini sudah ditetapkan anggarannya," tegas Bupati.
Bupati berharap, agar Badan Kenaziran Masjid (BKM) Al Ikhlas di Desa Sugi bisa segera mengurus program renovasinya. Paling tidak, pinta sewaktu perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah nanti, Masjid Al Ikhlas sudah menunjukkan perubahan.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tapsel ke Masjid Al Ikhlas, Desa Sugi, Kecamatan Marancar,
Selanjutnya, Bupati mengatakan telah membawa ‘oleh-oleh’ bagi masyarakat Desa Sugi. Dari pemerintah pusat, Pemkab Tapsel mendapat bantuan bibit cabai merah dari APBN. “Mudah-mudahan akan ada bantuan untuk irigasi di Saba Kobun, Kecamatan Marancar,” katanya.
Berikutnya, lanjut Bupati, bantuan APBN lainnya ke Pemkab Tapsel, yakni benih padi lebih kurang untuk lahan seluas 40 hektare. Kemudian ada juga bantuan untuk jalan pertanian di Dusun Sugi Jae, Desa Sugi, senilai lebih kurang Rp190 juta. Dan masih banyak lagi bantuan-bantuan lainnya.
“Hal itu patut disyukuri. Karena sewaktu saya pertama menjabat, lebih kurang anggaran yang di-refocussing Covid-19 berjumlah ratusan miliar. Maka dari itu, anggaran harus benar-benar dibagi ke skala prioritas. Semua itu, bisa dicapai berkat kerja keras semua pihak di Pemkab Tapsel,” katanya.
Selain itu, menyusul menurunnya angka terpapar Covid-19 di Indonesia khususnya Tapsel, kegiatan pembangunan pelan-pelan kembali berjalan. Karena tiu, segenap masyarakat diimbau supaya bersama-sama menyukseskan program vaksinasi Covid-19, agar semua bisa pulih dan ekonomi bisa semakin membaik.
"Bagi warga yang belum divaksin, segera mendatangi tempat-tempat vaksinasi yang telah disediakan oleh pemerintah ataupun instansi terkait lainnya. Agar secepatnya tercipta kekebalan tubuh dari Covid-19 dan semua bisa kembali normal seperti sedia kala," pinta Bupati.
Haji 100 Ribu Orang
Kakan Kemenag Tapsel, Ihwan Nasution, dalam kesempatan itu mengutarakan kabar baik. Yakni pada musim haji 1443 Hijriah atau tahun 2022, jamaah haji Indonesia sudah bisa berangkat ke tanah suci dengan jatah kuota pemberangkatan sebanyak 100.000 orang.
Meski begitu, ada pengecualian. Yakni jamaah haji yang berusia 65 tahun ke atas, keberangkatannya terpaksa ditunda.
Terkait silaturahim bersama Bupati Tapsel, Kakakn Kemenag mengucapkan terimakasih. Menurutnya, kehadiran Bupati adalah bentuk dukungan Pemkab Tapsel dalam kegiatan keagamaan.
Usai kegiatan silaturahmi, Bupati tampak menyerahkan zakat dari Baznas Tapsel kepada 20 orang Mustahik masing-masing uang tunai sebesar Rp300 ribu. Zakat dari UPZ Marancar kepada 20 orang Mustahik masing-masing uang sebesar Rp 250 ribu. Selanjutnya, penyerahan zakat produktif kepada 3 UMKM masing-masing uang tunai Rp 2 juta.
Turut diserahkan bantuan sembako kepada 5 orang Mustahik dan penyerahan 5 buah Alquran untuk Masjid Al Ikhlas dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) wilayah Tabagsel. Terakhir, penyerahan bantuan kepada Masjid Al Ikhlas, yakni uang tunai dari Pemkab Tapsel.
Turut hadir Kabag Kesra, Camat Marancar, Danramil, Ketua MUI Tapsel dan pengurus, Ketua BSPP-SU Tapsel, Baznas Tapsel dan pimpinan organisasi keagamaan lainnyam serta seluruh jamaah. (rel/irs) Editor : Metro Daily