Hasil analisa BMKG menunjukkan, episenter gempabumi terletak pada koordinat 0.50 LU, dan 99.61 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 41 km Tenggara Mandailing Natal pada kedalaman 3 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas sesar aktif, Sistem Sesar Sumatera pada Segmen Sianok," kata Kepala BBMKG Wilayah I Medan,
Darmawan, S.SI, M.Si.
Gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, dirasakan di Kecamatan Puncak Sorik Marapi dan Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal dengan Skala Intensitas I-II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.
Hingga pukul 20:20 WIB, hasil monitoring BMKG, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum ada kejadian gempabumi susulan (aftershock).
Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG. (Rel) Editor : Metro Daily