Satu orang lagi, Tika Situmeang (21), yang saat kejadian bersama dengan korban Marajahan Silaban, berhasil diselamatkan warga, setelah dilakukan upaya penyelamatan dengan cara merendamnya dalam lumpur. Dua jam lebih, seluruh tubuh Tika direndam di dalam lumpur dekat kandang kerbau milik warga di Dusun V Desa Sibintang.
Kapolsek Barus, AKP Herianto Panjaitan, membenarkan peristiwa yang terjadi. Herianto mengatakan, saat kejadian kedua korban sedang berteduh di bawah pohon aru di pinggir pantai Desa Sibintang.
"Saat kejadian, korban bersama temannya Tika boru Situmeang (21), warga PO Hurlang, Kecamatan Kolang," ujar Herianto.
Diterangkan, peristiwa tersambar petir yang dialami kedua korban diketahui setelah Tika Situmeang berlari dari arah pantai menuju jalan dalam keadaan sempoyongan. Kepada warga yang ditemuinya, Tika mengatakan jika ia dan temannya tersambar petir di sekitar Pantai Sibintang.
"Saat kejadian, sedang turun hujan dan terjadi petir beberapa kali," ungkap Herianto.
Untuk pertolongan pertama sebelum petugas kesehatan tiba di lokasi, masyarakat merendam tubuh Tika Situmeang ke dalam lumpur. Sementara Marajahan Silaban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di pinggir pantai dekat pohon aru dengan posisi terlentang. Badan bagian dada korban mengalami luka bakar, baju dan celana robek.
“Korban meninggal sudah dievakuasi ke Puskesmas Barus," pungkas Herianto. (ztm/int) Editor : Metro Daily