"Jembatan gantung (rambin) kondisinya rusak berat dan akses putus total setelah diterjang arus sungai. Jembatan usaha tani dimanfaatkan penduduk sekitar 5 desa. Untuk sementara, akses yang bisa dilalui menggunakan jalan alternatif 5-6 km jalan memutar," kata Camat Batang Angkola, Emmy Farida.
Ia menyebutkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan didampingi Camat Batang Angkola, didampingi kepala desa setempat telah dating meninjau kondisi jembatan gantung (rambin) Si Tampa. Namun dari hasil peninjauan, belum ada kepastian kapan jembatan rambin diperbaiki.
"Benar pak, saat kejadian sekitar pukul 12.00 WIBp, sudah kita laporkan ke Kadis PU dan BPBD melalui telepon selular. Dan alhamdulillah pagi tadi sudah ditinjau langsung," kata Emmy Farida.
Dikatakan, kondisi jembatan rambin sepanjang 50 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut tidak dapat difungsikan karena kondisinya rusak berat. Abutmen sudah terbalik bergeser akibat digerus air deras dimasa musim banjir belakangan ini. Diperparah hujan deras yang terjadi Selasa 4 Januari 2022.
Pemanfaatan jembatan gantung sendiri merupakan akses jalan bagi petani sawah dan ladang di seberang sungai. Adanya jembatan rambin merupakan akses termudah membawa hasil pertaniannya warga. "Selain pejalan kaki jembatan gantung ini juga bisa dilalui kenderaan roda dua," tambah camat.
Kadis PU Tapsel, Rizal Lubis, belum memastikan kapan perbaikan jembatan rambin dilakukan. "Kita baru tinjau ke lapangan, masih dibawa dalam rapat, akan kita cari solusinya," katanya. (net) Editor : Metro Daily