Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Di Rantauprapat Marak Aksi Curi Kabel Bawah Tanah, Buat Jalan Rusak dan Ancam Keselamatan Pengendara

Muhiddin Hasibuan • Senin, 6 Desember 2021 | 15:52 WIB
Kondisi Jalan KH.Ahmad Dahlan rusak dan berlubang akibat ulah pencuri kabel. ( Zainul Siregar/Metro Rantau)
Kondisi Jalan KH.Ahmad Dahlan rusak dan berlubang akibat ulah pencuri kabel. ( Zainul Siregar/Metro Rantau)
RANTAU, METRODAILY.id - Belakangan ini marak aksi pencurian kabel bawah tanah di sejumlah titik Jalan di Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu. Dampaknya bahu jalan rusak dan mengancam keselamatan pengendara.

Modusnya, para pelaku yang diduga mengambil kabel milik PT Telkom itu beroprasi pada waktu tengah malam sampai ke pagi buta dengan cara menghancurkan aspal terlebih dahulu.

Kemudian para pelaku membuat galian berbentuk lubang dengan diameter berkisar 30 cm dan dengan kedalaman berfariasi untuk menjangkau kabel yang tertanam di dalam tanah.

Tidak hanya satu titik, lubang - lubang galian itu terlihat cukup banyak dan berjejer dengan jarak berkisar 1 meter disetiap bahu jalan.

Misalnya saja saat ini, di Jalan KH.Ahmad Dahlan dan Jalan Kartini terlihat hancur karena ulah para pencuri kabel.

Bahan material bongkaran dari galian itu seperti pecahan aspal dan tanah berserakan dibahu jalan dan lubang galian menganga ditinggalkan para pelaku begitu saja.

Tohap Sumanungkalit salah seorang warga Rantauprapat mengaku cukup resah dengan kejadian ini, sebagai pengendara dia cukup terganggu dengan kondisi jalan yang hancur akibat galian - galian tersebut.

Bahkan, kata Tohap, baru - baru ini dia hampir terpental ketika roda sepeda motornya terjerembab ke salah satu lubang galian tersebut. Beruntung saat itu dia melaju dengan kecepatan rendah, sehingga masih bisa mengendalikan sepeda motor yang dikendarainya.

"Kami sebagai warga dan pengendara merasa resah dengan kejadian ini. Dan ini sangat membahayakan," kata Tohap, Senin (6/12).

Tohap berharap kejadian dan kegiatan galian ini dapat dikendalikan oleh Pemerintah dan pihak keamanan setempat untuk mencegah munculnya korban. "Semoga segera teratasi," pungkasnya. (zas) Editor : Muhiddin Hasibuan