Ketua HIMNI Kota Sibolga, Sozanolo Telaumbanua dan wakil Sekretaris Petrus Gulo mewakili seluruh lapisan masyarakat Kota Sibolga, melalui laporan pengaduan masyarakat (Dumas), Jumat (22/10/2021) secara resmi telah melaporkan Condrat Sinaga ke Polres Sibolga.
"Dalam cuplikan video tersebut, Condrat Sinaga diduga telah melakukan penghinaan terhadap suku Nias, yang menyebabkan seluruh warga masyarakat Nias bereaksi, kami merasa terzolimi, dan sangat keberatan, karena Condrat Sinaga jelas-jelas telah menghina suku kami, Condrat Sinaga telah menghina wanita suku Nias dari Nenek moyang kami sampai sekarang dan juga wanita di luar suku Nias yang telah menjadi menantu di suku Nias. Tentang tari perang yang sangat rentan diintervensi iblis, kami masyarakat Nias adalah masyarakat yang beragama, tidak percaya pada iblis. Kami suku Nias memiliki adat istiadat, serta budaya yang sangat kental, yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila agama dan budaya yang ada di NKRI," ujar Sozanolo usai melakukan pelaporan di Mapolres Sibolga.
Senada dengan itu, Penasehat DPC HIMNI Kota Sibolga Pendeta Honog'd'd Ge'e menambahkan bahwa masyarakat Nias secara umum di seluruh Indonesia dan secara khusus di Kota Sibolga menyatakan sangat-sangat keberatan atas pernyataan saudara Condrat Sinaga yang benar-benar menghina masyarakat suku Nias dan terlebih-lebih wanita-wanita di Nias atau yang menjadi menantu di Nias.
"Apa yang saudara katakan benar-benar tidak terbukti dan sangat tidak benar. Oleh karena itu kami menyatakan mulutmu harimaumu. Pada saat ini kami meminta kepada penegak hukum agar hal ini ditindak lanjuti agar tidak menimbulkan unsur sara antara kami masyarakat Nias dengan orang-orang lain yang tidak mengerti tentang adat kami yaitu adat Nias," katanya.
Mareti Larosa selaku penasehat DPC HIMNI kota Sibolga juga ikut berkomentar dan meminta kepada semua pihak untuk lebih bijak untuk menggunakan media sosial. Sehingga hal yang sama tidak terulang kembali. Dan tak perlu menanggapi kasus ini secara berlebihan.
"Bahwa penghinaan ini dilakukan oleh orang secara pribadi. Semua kita suku Nias wajar saja kalau kita marah dan emosi mendengar penghinaan seperti ini. Saya mohon kepada kita semua khususnya masyarakat Nias di mana pun berada, agar berhati-hati memberikan komentar untuk meluapkan amarahnya melalui media sosial dan jangan sampai mengarah dan berubah menjadi isu SARA. Kepada kita semua diharapkan agar tetap tenang menahan emosi, menahan amarah, mari kita percayakan semuanya kepada aparat penegak hukum," harapnya.
Sebelumnya, pelaporan serupa juga telah dilakukan Pengurus Organisasi Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) bersama dengan dengan beberapa Tokoh Masyarakat (Tomas) Nias yaitu Pengurus Organisasi Gerakan Pemuda Nias (GPN), Pengurus Organisasi Himpunan Pemuda Nias (HPN), Serta Ketua Omega (Organisasi Marga Gulo), dan Pengurus GAMKI Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, secara resmi telah melaporkan Condrat Sinaga, di Polres Tapteng, Pandan, Sumatera Utata, Kamis (21/10/2021) lalu dengan LP nomor : LP/B/260/X/2021/SPKT/Res Tapteng / Poldasu, tanggal 21 Oktober 2021. Yang diterima oleh kanit SPKT "B" Bripka Suara Putra Siregar.
Pada kesempatan itu, Ketua HIMNI Tapteng Famoni Gulo mengatakan, saudara Condrat Sinaga secara resmi telah kita laporkan ke Sat Reskrim Polres Tapteng, untuk mempertanggungjawabkan pernyataannya yang diduga telah menghina serta melecehkan Suku Nias.
"Pernyataan saudara Condrat Sinaga melalui video yang diunggah di salah satu akun media sosial (medsos) Facebook bernama Condrat Sinaga dan di beberapa chanel Kanal Youtube, telah melukai hati seluruh masyarakat Nias, khususnya yang berdomisili di Kabupaten Tapanuli Tengah," ujar Famoni.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Organisasi Marga Gulo Kabupaten Tapteng Petrus Gulo bahwa pernyataan Condrat Sinaga tersebut adalah pernyataan yang penuh profokasi, dan dapat membuat keributan serta pertengkaran antar sesama anak bangsa. Sehingga sangat diharapkan agar penegak Hukum segera menangkap pelaku guna meredam masa yang sudah mulai tak terbendung.
"Kami dari tokoh masyarakat Nias yang ada di kabupaten Tapanuli Tengah meminta kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak menanggapi kasus ini secara berlebihan. Jangan sampai salah kita menanggapi. Kita cukup fokus pada Condrat Sinaga yang telah melukai semua pihak bukan hanya orang Nias melainkan semua wanita- wanita yang sudah menjadi menantu Orang-orang Nias. Kita percayakan kasus ini kepada pihak penegak hukum, kita yakin dan percaya kasus ini dapat diselesaikan oleh pihak penegak hukum. Saya harap kita jangan salah langkah," kata Petrus. (dh) Editor : Metro Daily