Pasalnya, proyek rehabilitasi jalan setapak rabat beton yang dikerjakan oleh CV Waluku dengan kontruksi nilai kontrak Rp198,800,000,00, yang bersumber dari dana APBD tahun 2021 dengan volume panjang 166 meter, lebar 3 meter, diduga menggunakan campuran air limbah untuk mencampurkan pasir, kerikil dan semen.
Menurut keterangan salah satu warga, Ilham mengatakan, corannya pun diduga tidak sesuai dengan campuranya.
"Di mana dalam campuran semen dengan pasir dan batu krikil tanpa menggunakan takaran dan hanya mengira-ngira saja dan dimasukkan ke mesin molen. Dan airnya pun menggunakan air limbah. Kemudian corannya tanpa ada tikar besinya, hanya pakai pasir timbun lalu ditutup pakai plastik, kemudian langsung dicor," terang Ilham.
Dari amatan awak media di lokasi, lebar rabat beton yang 3 meter itu berpariasi, ada yang 2 meter 90 centimeter. Dan ditemukan ketebalan rabat betonnya ada yang 15 cm ada 17 cm. Pasir yang digunakan pasir keruk (timbun), diduga jauh dari standard RAB-nya.
Kualitas dan kuantitas dari hasil rabat beton tersebut sangat diragukan. (vino) Editor : Metro Daily