Walaupun menjadi faktor utama dalam geliat perekonomian, jalan penghubung Desa Manduamas Lama menuju Desa Manduamas Baru, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), yang merupakan satu-satunya akses untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, kondisinya rusak parah. Bahkan dibeberapa titik, jalan tersebut sudah sangat sulit untuk dilewati kenderaan.
Akibatnya, perekonomian warga sekitar menjadi mandek. Hasil-hasil pertanian dan perkebunan seperti padi, jagung, dan sawit tidak dapat diangkut dan dipasarkan. Tidak hanya itu, akses layanan kependudukan juga terganggu. Kondisi ini sudah terjadi sejak enam tahun terakhir.
“Bertahun-tahun jalan tidak pernah diperbaiki. Akibatnya warga menjadi kewalahan dan kebingungan untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunannya," ujar L Tumanggor (60), saat di sambangi di kediamannya, Senin (14/6).
Ditambahkannya, akibat jalan yang rusak parah hampir mencapai 3 KM, hasil pertanian dan perkebunan warga menjadi sia-sia dan mubajir. Kendaraan tidak lagi dapat mengangkut untuk dipasarkan di ibukota kecamatan. Tumanggor berharap, Pemkab Tapteng memberikan atensi dalam menangani permasalahan yang sedang dialami oleh warga.
"Kalaupun tidak bisa langsung bagus, paling tidak adanya perbaikan secara berkala," keluhnya. (tim) Editor : Metro Daily