SIBOLGA, METRODAILY.id- Truk 'Monster' atau Over Dimension Overload (ODOL) hingga kini masih bebas beroperasi di Kota Sibolga. Banyak hal menjadi alasan warga atau pengguna jalan menolak kehadiran truk monster ini di jalanan.
Selain dikhawatirkan terbalik dan menimpa warga, truk ini juga kerap mengganggu pengguna jalan lain saat pecah ban atau mengalami kerusakan lain.
Seperti baru-baru ini, sebuah truk monster mengalami pecah ban di daerah Simpang Lima Jalan Horas saat hendak menuju Dermaga Pelabuhan Sambas/Pelindo.
Penyebab pecah ban diduga karena muatan yang berlebih. Akibatnya, banyak pengendara yang terpaksa putar arah karena macet panjang.
"Tadinya saya pikir mereka hanya berhenti sebentar. Namun ketika saya lihat di truk, bagian depan, ternyata mereka sedang bekerja membuka Ban. Makanya kami putar jalan dari arah Jalan Gambolo," kata Supri, salah seorang pengguna jalan, Selasa (1/6).
Parahnya kata Supri, tak seorang pun petugas keamanan lalu lintas datang memantau kondisi jalan.
Padahal, kemacetan terjadi karena beberapa truk monster lainnya terpaksa berhenti di belakang truk yang mengalami pecah ban tersebut.
"Gak ada petugas Pak, kalau bisa ada di situ petugas Dishub maupun Polantas, takutnya terjadi macet, seperti yang saya lihat. Sudah 3 truk yang berbaris. Karena Simpang Lima ini salah satu akses jalan yang banyak dilalui orang," tuturnya.
Warga lain juga mengatakan hal yang sama dan berharap setiap truk yang mengangkut barang menuju pulau Nias dilakukan uji kelayakan ulang.
"Aktivitas ini sudah lama dibiarkan, tapi entah kenapa tidak bisa dihentikan. Atau setidaknya muatannya dapat dikurangi. Coba lihat sendiri truknya itu, di bagian depan menumpuk, tambah lagi kebagian belakang sudah digantung pintunya. Apakah ini tidak berbahaya. Harusnya diuji ulang lagi," ucap Rambe, pengendara lainnya. (hp) Editor : Leo Sihotang