Memburu Pemangsa Disambut Antusias di Medan, Tayang 24 September

Editor Satu • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 15:47 WIB
Film Memburu Pemangsa karya Umay Shahab mendapat sambutan antusias dalam agenda nonton duluan di tujuh kota sebelum tayang 24 September 2026.
Film Memburu Pemangsa karya Umay Shahab mendapat sambutan antusias dalam agenda nonton duluan di tujuh kota sebelum tayang 24 September 2026.

MEDAN, METRODAILY — Film Memburu Pemangsa mendapat sambutan antusias dalam agenda nonton duluan di tujuh kota, yakni Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Yogyakarta, Medan, dan Makassar.

Film produksi Sinemaku Pictures yang disutradarai Umay Shahab itu mencatat penjualan tiket yang hampir seluruhnya habis dalam agenda tersebut. Film bergenre horror-crime-action itu mulai tayang serentak di bioskop Indonesia pada 24 September 2026.

Memburu Pemangsa mengangkat kisah empat jurnalis perempuan yang menyelidiki kasus hilangnya anak-anak. Agnes yang diperankan Laura Basuki, Cia (Prilly Latuconsina), Brina (Taskya Namya), dan Anya (Yasamin Jasem) terlibat dalam perburuan predator yang disebut bekerja sama dengan iblis.

Baca Juga: Bentuk Panitia, Empat Nagori di Kecamatan Tanah Jawa Sepakat Perbaiki Jalan Secara Swadaya

Cerita bermula ketika tujuh anak menghilang dari sebuah kawasan. Empat di antaranya ditemukan dalam kondisi termutilasi. Agnes, pemimpin redaksi Daily Wave News, kemudian terseret dalam kasus tersebut setelah menyaksikan seorang anak diculik tepat di depan matanya.

Bersama Cia, Brina, Anya, dan seorang polisi bernama Petra yang diperankan Andi Mashadi, Agnes menyelidiki kasus tersebut. Mereka dihadapkan pada pilihan untuk mundur demi keselamatan atau mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan anak-anak.

Umay mengatakan isu kekerasan terhadap anak menjadi salah satu alasan penting penggarapan film tersebut.

Baca Juga: Hari Ini Tak Ada Titik Panas dan Sebaran Asap di Sumatera Utara

“Orang yang melakukan tindakan kekerasan pada anak adalah serendah-rendahnya manusia, karena melakukan kekerasan terhadap anak yang tidak memiliki kemampuan kekuatan untuk melawan,” ujar Umay.

Menurut dia, kehadiran empat jurnalis perempuan sebagai tokoh utama juga menjadi bagian penting dalam cerita. Mereka digambarkan bukan sekadar saksi, tetapi terlibat langsung dalam upaya membongkar kasus kriminal tersebut.

Taskya Namya mengatakan isu perlindungan anak menjadi salah satu alasan dirinya menerima peran sebagai Brina.

Baca Juga: Razia Pekat di Palas, 14 Perempuan Diduga Terlibat Prostitusi Diamankan

“Aku punya tiga keponakan dan membayangkan kalau mereka ada di posisi terburuk seperti yang ada di film ini, aku juga akan melakukan apa pun seperti Brina dan teman-teman jurnalisnya, mengejar dan tidak membiarkan pemangsa ini untuk lolos,” kata Taskya.

Selain investigasi kriminal, film ini menggabungkan unsur horor dan aksi. Yasamin Jasem mengatakan para pemain menjalani workshop action selama tiga bulan sebelum produksi.

“Salah satu yang menarik untukku juga adalah adegan action-nya yang cukup heavy, ditambah pacing horor yang memacu adrenalin. Kami para pemeran harus melakukan workshop action selama tiga bulan sebelumnya lebih dulu, dan sangat menantang,” ujar Yasamin.

Baca Juga: Polres Labuhanbatu Musnahkan 34 Kg Sabu dan 20 Ribu Pil Ekstasi

Dalam agenda nonton duluan di tujuh kota, penonton disebut memberikan berbagai reaksi sepanjang film, mulai dari ketegangan hingga tepuk tangan. Pendekatan investigasi dan adegan aksi menjadi bagian dari pengalaman menonton yang ditawarkan film tersebut.

Isu yang diangkat Memburu Pemangsa juga beririsan dengan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di sejumlah daerah.

Di Medan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APMP2KB) mencatat 39 laporan kasus kekerasan terhadap anak dengan 44 korban pada Juni 2026.

Baca Juga: Akbid Matorkis Bina Ibu PKK Aek Bayur, Salak Diolah Jadi Permen Jelly

Kasus kekerasan terhadap anak juga menjadi perhatian di Yogyakarta dan Makassar sepanjang 2026. Kondisi tersebut menjadi konteks sosial yang diangkat film melalui cerita tentang penculikan dan kekerasan terhadap anak.

Sinemaku Pictures mengajak penonton meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak melalui kampanye #JagaAnakAnak.

Film Memburu Pemangsa dapat disaksikan di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. Tiket juga ditawarkan melalui promo Beli 1 Gratis 1 hingga 23 September 2026 untuk penayangan hari pertama.

Promo tersebut tersedia di jaringan bioskop XXI, CGV, Cinepolis, Sam’s Studio, Kota Cinema Mall, dan New Star Cineplex.

Baca Juga: Rumah Warga di Gunung Tua Baringin Tapsel Terbakar, Kerugian Rp100 Juta

Informasi dan pembelian tiket tersedia melalui kanal resmi film dan Sinemaku Pictures. (Rel)

Editor : Editor Satu
memburu predator