Dinda Hauw dan Rey Mbayang Debut Film Horor, Energi Terkuras

Editor Satu • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 13:00 WIB
Dinda Hauw dan Rey Mbayang debut bersama dalam film horor “Ritual Gaib: Nyai Randasura” yang tayang mulai 17 September 2026.
Dinda Hauw dan Rey Mbayang debut bersama dalam film horor “Ritual Gaib: Nyai Randasura” yang tayang mulai 17 September 2026.

JAKARTA, METRODAILY — Dinda Hauw dan Rey Mbayang mencoba genre baru lewat film layar lebar “Ritual Gaib: Nyai Randasura”. Pasangan suami istri ini memerankan Laras dan Radit yang harus berhadapan dengan teror gaib.

Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop mulai 17 September 2026. Bagi Dinda, film ini menjadi debutnya di genre horor. Proses syuting pun diakuinya menguras tenaga dan emosi.

“Kalau aku jujur ini debut pertamaku di horor, jadi cukup sulit sekali. Apalagi menurut aku film horor tuh bener-bener capek ya syutingnya. Kita harus teriak-teriak, kita harus ngumpulin emosi, terus kayak ya lumayan capek sih,” ujar Dinda saat ditemui di CGV Grand Indonesia, kemarin.

Baca Juga: Mutu Air Bersih Dikeluhkan, Pemkab Toba Panggil PDAM Tirtanadi

Saking terkurasnya energi selama produksi, Dinda bahkan sempat ragu jika kembali mendapat tawaran film horor.

“Aku aja sampai mikir, ‘Aduh, kayaknya ini aku kalau ditawarin horor lagi, mau nggak ya?’ Sempat mikir kayak gitu karena, wah energinya tuh bener-bener habis gitu,” katanya.

Selain kelelahan fisik, Dinda juga sempat dihantui kekhawatiran mengalami gangguan makhluk halus selama berada di lokasi syuting. Namun, ibu dua anak itu mengatakan kekhawatiran tersebut tidak benar-benar terjadi.

“Bahkan Alhamdulillah nggak sampai ketempelan beneran ya. Yang ditakutin tuh itu. Jangan, jangan,” sambungnya.

Baca Juga: Pedagang Air Isi Ulang Tewas Ditikam Usai Cekcok dengan Istri Pedagang Pisang

Menurut Dinda, tantangan terbesar syuting film horor terletak pada adegan-adegan histeris yang menuntut tenaga sekaligus emosi besar.

Rey Mbayang membenarkan suasana mencekam selama proses produksi. Meski tidak mengalami gangguan gaib, ia mengaku emosi dari adegan horor terkadang masih terbawa setelah meninggalkan lokasi.

“Ketempelan sih enggak, tapi emosinya kebawa sampai di mobil biasanya pas mau pulang,” sahut Rey.

Sebelum menerima tawaran bermain bersama dalam film horor tersebut, Dinda dan Rey terlebih dahulu membaca serta menelaah skenario. Keduanya yang selama ini lebih banyak bermain dalam drama tertarik karena cerita “Ritual Gaib: Nyai Randasura” tidak hanya mengandalkan unsur horor.

Baca Juga: Rusak 13 Rumah dan Serang Belasan Kendaraan di Humbahas, 8 Orang Diperiksa

Rey mengatakan, sejak menerima tawaran dari Intan, mereka langsung membaca skenario untuk melihat kekuatan ceritanya.

“Awal ya. Dari awal kita dapat kiriman dari Kak Intan buat, ‘Mau nggak kira-kira film horor?’ Kita pertama baca dulu. Kita baca dulu karena memang sebelumnya basic-nya kita kan drama ya,” jelas Rey.

Setelah membaca naskah, keduanya melihat ada unsur drama yang kuat dalam cerita tersebut. Hal itu menjadi salah satu alasan mereka tertarik mengambil proyek perdana di genre horor.

“Pas kita lihat ceritanya, oh ternyata seru nih, karena memang ada dramanya dulu nih, dramanya. Kayak Kak Intan bilang, horor tuh bagian dari bumbunya aja, gitu,” pungkas Rey. (kl)

Editor : Editor Satu
Dinda Hauw dan Rey Mbayang film horor