JAKARTA, METRODAILY — Luna Maya mengaku banyak belajar tentang kehidupan dari ibunya, Desa Maya Waltraud Maiyer.
Salah satu pelajaran yang paling membekas adalah keberanian menjadi diri sendiri tanpa terlalu memikirkan penilaian orang lain.
Menurut Luna, sang ibu merupakan sosok yang autentik dan nyaman menjalani hidup dengan caranya sendiri.
"I think she's just being her, ya. She's authentic, dia gak peduli dengan orang lain, dia menjadi dirinya sendiri dan itu aku belajar banyak dari dia," kata Luna Maya di Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.
Baca Juga: MU vs Brighton: Saatnya Pemain Pelapis Unjuk Gigi
Namun, pandangan Luna terhadap sikap ibunya tidak selalu demikian. Ketika masih remaja, ia justru sempat merasa malu melihat sang ibu yang dianggap terlalu santai.
"Awal-awal dulu aku takut, 'Ih, kok Ibu gini banget, sih? Malu-maluin', gitu, kan. Namanya kita dulu waktu kita ABG kan gitu, 'Apaan, sih?'. Iya, kan selalu malu dengan orang tua kita," ungkapnya.
Seiring bertambahnya usia, cara pandang Luna berubah. Ia mulai memahami bahwa sikap ibunya justru menunjukkan kepercayaan diri untuk menjadi dirinya sendiri.
Baca Juga: Jay Idzes Cedera, Terancam Absen Bela Timnas Indonesia
"Tapi pas tua gitu, kita melihat bahwa... oh my God, orang tua kita tuh... just being herself aja tuh, udah menurut aku keren banget, gitu," lanjut Luna.
Dari pengalaman tersebut, Luna belajar tidak perlu memaksakan diri memenuhi standar yang dibuat orang lain.
"Itu yang membuat aku jadi belajar menjadi diri sendiri, otentik itu dan tidak terpengaruh dengan orang lain. Terpengaruh untuk hal yang baik, ya. Tapi kalau hanya untuk memenuhi standar dan kepentingan orang lain hanya untuk pleasing other people, ya gak, kan kita punya hidupnya masing-masing," tuturnya.
Luna menilai kebiasaan terus-menerus berusaha menyenangkan orang lain justru dapat menguras energi.
Baca Juga: MU Terancam Kehilangan JJ Gabriel: Diminati Real Madrid hingga Bayern
"Why... why we're like, selalu harus, 'Oh, aku harus nyenengin ini, nih. Aku harus nyenengin itu', gitu," katanya.
Karena itu, Luna menekankan pentingnya memperhatikan diri sendiri sebelum berusaha memenuhi ekspektasi orang lain.
"Capek, kan kita harus nyenengin diri sendiri dulu," pungkas Luna. (net)
Editor : Editor Satu