Christine Hakim Lawan Dingin dan Angin Bromo Saat Syuting Film

Editor Satu • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 11:13 WIB
Christine Hakim mengungkap tantangan menghadapi udara dingin dan angin kencang saat menjalani syuting film Empat Musim Pertiwi di kawasan Bromo.
Christine Hakim mengungkap tantangan menghadapi udara dingin dan angin kencang saat menjalani syuting film Empat Musim Pertiwi di kawasan Bromo.

JAKARTA, METRODAILY — Christine Hakim harus menghadapi udara dingin dan angin kencang selama menjalani proses syuting film Empat Musim Pertiwi di kawasan Bromo, Jawa Timur.

Aktris senior itu mengaku kondisi alam menjadi salah satu tantangan terberat selama produksi film yang disutradarai Kamila Andini tersebut. Sebagian besar proses syuting dilakukan di kawasan Bromo dengan kondisi cuaca yang tidak mudah diprediksi.

“Enggak mudah, ya, karena kami tahu cuaca di Bromo seperti apa. Kami banyak syuting di sana sampai harus menahan angin, menahan dingin juga,” kata Christine Hakim di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, kemarin.

Baca Juga: Wali Kota Sidimpuan Siapkan Program Pelatihan Wasit Tenis Meja

Meski harus berhadapan dengan cuaca ekstrem, Christine, 69 tahun, bersyukur seluruh proses produksi dapat diselesaikan. Menurut dia, kondisi cuaca pada akhirnya cukup mendukung kelancaran pengambilan gambar.

“Kami bersyukur bahwa semua itu sudah terlewati begitu saja dan kami didukung oleh cuaca,” ujarnya.

Peraih 11 Piala Citra itu juga mengungkap pengalaman bekerja bersama para pemain Empat Musim Pertiwi. Kedekatan antar-pemain, kata Christine, sudah mulai terbangun sejak tahap persiapan produksi.

Hal tersebut membuat proses kerja tetap berjalan cair, termasuk ketika sejumlah pemain baru pertama kali dipertemukan dalam satu proyek film.

Baca Juga: Prapid Polres Tapsel, Saksi Sebut Penyidik Tidak Cari Barang Bukti

Bagi Christine, film merupakan kerja kolektif. Karena itu, pengalaman seorang pemain sebagai senior maupun junior bukan menjadi ukuran utama dalam proses produksi.

“Film sebagai kerja kolektif, jadi tidak ada senior, tidak ada junior, tapi bagaimana kami bisa memberikan roh dan jiwa dari tokoh yang kami perankan masing-masing dan pada akhirnya memang memberikan roh dan jiwa bagi film itu sendiri,” katanya.

Film Empat Musim Pertiwi akan lebih dahulu diperkenalkan kepada penonton internasional sebelum diputar di Indonesia. Film garapan Kamila Andini itu dijadwalkan menjalani world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026.

Baca Juga: OJK Setujui Gadai Elektronik Bisa Beroperasi di Seluruh Indonesia

Empat Musim Pertiwi masuk dalam program Centrepiece TIFF 2026. Film tersebut diproduseri Ifa Isfansyah dan dibintangi Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Pitrashata Malasan, serta sejumlah pemain lainnya.

Setelah pemutaran perdana di TIFF 2026, Empat Musim Pertiwi dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. (net)

Editor : Editor Satu
Bromo christine hakim