JAKARTA, METRODAILY — Aktris senior Diah Permatasari bersiap membawa kekayaan budaya dan produk UMKM Indonesia ke Los Angeles, Amerika Serikat.
Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, bintang film Si Manis Jembatan Ancol itu menggandeng Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles dan masyarakat diaspora menggelar rangkaian acara kebudayaan bertajuk Panggung Gembira.
Acara tersebut dijadwalkan berlangsung 12 September mendatang di Los Angeles. Diah dipercaya sebagai Project Director.
Panggung Gembira dirancang sebagai ruang silaturahmi sekaligus sarana promosi budaya, hiburan, kuliner, dan fashion khas Indonesia.
Baca Juga: BGN Larang SKM dan Minuman Rasa Susu Masuk Menu MBG, Ini Penggantinya
Diah mengatakan acara tersebut tidak hanya menghadirkan bazar kuliner Nusantara. Panggung Gembira juga akan diisi fashion show dengan melibatkan mahasiswa Indonesia di Los Angeles sebagai model.
Keterlibatan generasi muda diaspora tersebut menjadi ruang kolaborasi sekaligus memberikan pengalaman bagi mereka untuk membawa nama Indonesia di tingkat internasional.
Selain itu, Diah memboyong berbagai produk kreasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia. Salah satu produk yang dibawa adalah tas berbahan tenun tradisional dengan harga di bawah US$50 atau sekitar Rp881 ribu.
“Bukan semata-mata soal perdagangan, ada misi kebudayaan yang ingin disampaikan lewat setiap produk,” ujar Diah dalam keterangan resmi, Senin (7/9).
Baca Juga: Perwa Smart City Pematangsiantar Ditargetkan Rampung Tahun Ini
Kegiatan tersebut, menurut Diah, digagas atas dasar komitmen pribadi. Ia bersama tim menanggung seluruh biaya pelaksanaan tanpa menggunakan anggaran atau pembiayaan dari negara.
“Yang penting kita bisa ikut memajukan bangsa dan bisa menghibur masyarakat Indonesia yang ada di sana,” katanya.
Rangkaian promosi budaya tersebut berlanjut pada 13 September di sebuah gedung bergaya Art Deco. Jika hari pertama lebih berfokus pada masyarakat diaspora Indonesia, kegiatan hari kedua disiapkan untuk menjangkau masyarakat lokal Amerika Serikat dan audiens internasional yang lebih luas.
Baca Juga: Perindo: Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng Tak Tepat di Tengah Bencana
Misi budaya Diah juga merambah dunia perfilman. Untuk menghadirkan hiburan sekaligus nostalgia bagi warga Indonesia di perantauan, ia berencana memutar film-film Indonesia klasik secara gratis, salah satunya film Warkop.
Diah juga tengah mengupayakan pemutaran film Rego Nyowo. Namun, pemutaran film tersebut masih dalam proses penyesuaian regulasi karena berkaitan dengan hak tayang di platform streaming Netflix.
“Melalui acara ini tentu saya berharap masyarakat dunia dapat melihat Indonesia tidak hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga dari kekayaan karya, kreativitas, dan budaya masyarakatnya,” pungkasnya. (dtc)
Editor : Editor Satu