Syifa Hadju Kampanyekan Gaya Hidup Ramah Lingkungan ke Siswi SMA

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 10:46 WIB
Syifa Hadju. Aktris Syifa Hadju mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan kepada remaja perempuan melalui program edukasi dari sekolah ke sekolah.
Syifa Hadju. Aktris Syifa Hadju mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan kepada remaja perempuan melalui program edukasi dari sekolah ke sekolah.

JAKARTA, METRODAILY — Syifa Hadju ikut mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan kepada remaja perempuan. Aktris film Catatan Si Boy (2023) itu turun langsung dalam program edukasi dari sekolah ke sekolah di Jakarta yang mengangkat isu menstruasi sekaligus penggunaan produk berkelanjutan.

Program tersebut menjadi bagian dari aksi sosial Syifa untuk mendorong perempuan, khususnya generasi muda, mulai memperhatikan dampak kebiasaan sehari-hari terhadap lingkungan.

Syifa mengaku telah menerapkan sejumlah kebiasaan sederhana untuk mengurangi penggunaan produk sekali pakai. Salah satunya dengan membawa tumbler dan tote bag sendiri.

Baca Juga: Bandara Ditutup, Ayu Dewi Habiskan Hari Ulang Tahun di Jalan

"Aku selalu usahakan bawa tumbler dan tote bag sendiri buat mengurangi plastik sekali pakai, mengurangi penggunaan kertas dengan beralih ke skrip digital, misalnya, dengan tablet daripada harus dicetak," kata Syifa dalam keterangan resmi yang diterima Selasa (8/9).

Kebiasaan tersebut kemudian membuat Syifa dipercaya menjadi Brand Ambassador Charm. Bersama merek tersebut, ia mengedukasi siswi SMA di Jakarta melalui program School to School Extra Maxi.

Program itu memberikan panduan praktis agar gaya hidup ramah lingkungan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Salah satu materi yang disampaikan adalah pentingnya mempertimbangkan dampak lingkungan dari produk yang digunakan setiap hari, termasuk produk sanitasi kewanitaan.

Baca Juga: Nana Mirdad Protes Harga Masker Naik dari Rp12 Ribu Jadi Rp180 Ribu

Syifa mendorong para siswi tidak menunggu langkah besar untuk mulai menjaga lingkungan. Menurut dia, perubahan dapat dimulai dari keputusan sederhana dalam keseharian.

"Sebisa mungkin pilih produk ramah lingkungan, termasuk pembalut. Charm sudah bertahun-tahun meluncurkan pembalut seperti itu. Aku percaya perubahan besar buat bumi dan lingkungan bisa dimulai dari keseharian kita," ujarnya.

Hampir 30 Persen Bersedia Bayar Lebih Mahal

Riset internal Charm yang dikutip dalam program tersebut menunjukkan adanya kepedulian remaja perempuan terhadap isu lingkungan.

Baca Juga: Ahli Waris Korban Kebakaran PT Evyap Sabun Indonesia Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Hampir 30 persen responden disebut bersedia membayar lebih mahal untuk mendapatkan produk pembalut yang ramah lingkungan.

Sementara itu, 25 persen responden menjadikan faktor ramah lingkungan sebagai pertimbangan utama ketika membeli produk sanitasi kewanitaan.

Data tersebut menjadi salah satu dasar kampanye untuk mendorong kesadaran konsumen muda terhadap pilihan produk yang lebih berkelanjutan.

Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, mengatakan program School to School Extra Maxi membawa misi mengajak generasi muda membiasakan gaya hidup ramah lingkungan sejak dini.

Baca Juga: 20 Sekolah Ikuti Kejuaraan Tenis Meja Antar Pelajar Sidimpuan-Tapsel

"Program edukasi School to School Extra Maxi hadir membawa misi yang lebih besar, yaitu menginspirasi generasi muda untuk membiasakan gaya hidup ramah lingkungan sejak dini demi melestarikan masa depan bumi," kata Yasutaka.

Ia juga menyebut pencantuman logo "Ethical Living for SDGs" pada kemasan Charm Extra Maxi Bio Materials Eco Friendly Package diharapkan dapat meningkatkan kesadaran konsumen bahwa pilihan produk sehari-hari dapat memberikan dampak terhadap lingkungan. (dtc)

Editor : Editor Satu
ramah lingkungan syifa hadju