JAKARTA, METRODAILY – Maia Estianty menuai kritik setelah menanyakan kondisi warga Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pertanyaan yang disampaikan melalui akun Threads miliknya justru memicu perdebatan di antara warganet.
“Bagaimana kondisi warga Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan hari ini?” tulis Maia melalui akun Threads @maiaestiantyreal.
Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 400 ribu kali dan memancing ribuan komentar. Sebagian pengguna Threads merespons dengan membagikan kondisi terkini dari sejumlah wilayah Kalimantan.
Baca Juga: Beli Pertalite Pakai Jerigen di Simalungun Kena ‘Pajak’ Rp20 Ribu
Seorang pengguna mengaku masih kesulitan menghirup udara segar akibat kepungan asap.
“Masih enggak bisa hirup udara segar Bun,” tulis akun @irlaya.
Pengguna lainnya menggambarkan kondisi yang tak jauh berbeda. Asap disebut bahkan terasa hingga masuk ke dalam rumah.
“Jujur, jadi rawan sakit banget. Asapnya parah banget. Bahkan di dalam rumah, asapnya terasa banget,” tulis akun @alyazx.
Keluhan lain datang dari pengguna yang mengaku berada di Pontianak, Kalimantan Barat.
Baca Juga: Simalungun Digitalisasi Pajak: QRIS Dinamis, QRISPATI dan Smart Cash Resmi Diluncurkan
“Kondisi langit kami hari ini. Sebulan full langit kami kelabu. Oksigen kami asap. Salam dari Pontianak, Kalimantan Barat. Tolong, doakan kami segera turun hujan ya,” tulis @tarzha.
Maia Diminta Tak Sekadar Bertanya
Di tengah respons tersebut, sebagian warganet justru mempertanyakan langkah Maia. Mereka menilai sebagai figur publik dengan jumlah pengikut besar, Maia memiliki ruang lebih luas untuk menggalang perhatian dan bantuan bagi masyarakat terdampak.
“Bun, ayo gunakan kekuatanmu agar bisa menginfluence pejabat agar tidak tone deaf. Atau, minta daddy Irwan kasih tahu presiden,” tulis @itsani.
Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Hantam Siantar, Rumah Rusak dan Pohon Tumbang
Komentar lain bahkan mempertanyakan alasan Maia hanya meminta informasi melalui media sosial.
“Kenapa enggak turun langsung ke Kalimantan? Kenapa harus tanya kepada netizen? Bukankah Anda banyak uang dan punya jet pribadi? Kalau masih punya hati ya turun langsung dong bukan hanya bertanya doang,” tulis @adiila.
Sebagian pengguna lainnya menilai pertanyaan tersebut menunjukkan kurangnya empati terhadap warga yang setiap hari menghadapi asap karhutla.
Baca Juga: Curanmor di Simalungun, Pelaku Sempat Kabur ke Aceh
“Yo menurut antum gimana? Setiap hari menghirup asap sama takut api membesar? Pertanyaanmu lho,” tulis @umiins.
Namun, tidak seluruh respons bernada negatif. Sejumlah pengguna justru memberikan informasi mengenai kondisi di lapangan dan menjawab pertanyaan Maia dengan pengalaman mereka sebagai warga terdampak.
1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan
Di tengah polemik tersebut, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan memang menjadi persoalan serius.
Baca Juga: HP Personel Polres Simalungun Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Dibidik
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.487 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kalimantan. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 767 titik, disusul Kalimantan Barat sebanyak 560 titik.
Presiden Prabowo Subianto juga telah berada di Kalimantan Barat pada 22 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan pemerintah daerah untuk membahas penanganan persoalan di wilayah tersebut.
Perdebatan di media sosial akhirnya tak hanya berkutat pada pertanyaan Maia. Respons warganet turut membuka gambaran mengenai kondisi warga yang berhadapan langsung dengan asap dan ancaman karhutla. (net)
Editor : Editor Satu