JAKARTA, METRODAILY - Aktris Ersya Aurelia mengungkap pengalaman tidak menyenangkan yang pernah dialaminya selama berkarier di industri hiburan.
Pengakuan itu disampaikan setelah maraknya pembahasan soal pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman di dunia hiburan.
Ersya mengatakan pengalaman tersebut sudah dialaminya sejak usia dini, tepatnya ketika mulai aktif menjalani syuting di usia 9 tahun. Saat itu, ia mengaku pernah mendapat perlakuan dan ucapan yang membuatnya merasa tidak nyaman dari salah seorang kru di lokasi syuting.
Baca Juga: Crystal Palace Tantang Rayo Vallecano di Final Conference League
"Aku ke-trigger banget karena terasa familiar. Setelah direfleksikan, ternyata aku sudah cukup sering mengalami hal seperti itu sejak awal karier," ujarnya di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, kemarin.
Menurut Ersya, pengalaman tidak menyenangkan itu tidak hanya terjadi saat dirinya masih kecil. Memasuki usia dewasa, ia juga beberapa kali menghadapi komentar maupun candaan bernada tidak pantas saat bekerja.
Salah satu pengalaman yang diingatnya terjadi ketika sedang menjalani persiapan adegan syuting. Saat itu, ada ucapan yang dinilai mengarah pada bentuk objektifikasi tubuh.
"Aku lagi posisi menyapu, agak menunduk, terus ada yang nyanyiin lagu yang mengarah ke bagian tubuh tertentu," katanya.
Baca Juga: Baku Hantam saat Latihan, Valverde dan Tchouameni Terancam Hukuman Berat
Ersya menilai masih banyak orang yang belum memahami bahwa komentar bernada seksual, candaan berlebihan, maupun catcalling dapat memberikan dampak psikologis bagi korban.
"Catcalling, bercandaan seksual, komentar yang mengobjektifikasi itu sudah termasuk tindakan yang tidak pantas. Kalau dibiarkan bisa berkembang ke hal yang lebih serius," ujarnya.
Ia juga mengaku pernah mencoba menyampaikan keberatannya atas perlakuan yang diterima. Namun, respons yang diperoleh kala itu dianggap belum memberikan dukungan yang cukup.
Baca Juga: Final Liga Europa Resmi: Freiburg Tantang Aston Villa di Istanbul
"Aku pernah melaporkan, tapi dianggap sepele. Tetap dituntut profesional," ungkapnya.
Meski demikian, Ersya memilih tetap bersuara agar semakin banyak orang memahami pentingnya saling menghormati di lingkungan kerja, termasuk di industri hiburan.
Respons publik terhadap pengakuannya pun cukup besar. Banyak orang disebut ikut membagikan pengalaman serupa dan merasa lebih berani untuk berbicara.
"Banyak yang bilang terima kasih karena jadi sadar kalau hal kecil pun sebenarnya tidak boleh dianggap biasa," tuturnya.
Baca Juga: Aston Villa Hajar Forest 4-0, Melaju ke Final Liga Europa
Ersya juga melihat mulai adanya perubahan di dunia hiburan. Menurutnya, kini semakin banyak pihak yang peduli terhadap terciptanya lingkungan kerja yang aman bagi seluruh pekerja.
Walau pernah mengalami pengalaman buruk, Ersya memastikan hal tersebut tidak membuatnya meninggalkan dunia akting. Ia tetap ingin terus berkarya dengan dukungan keluarga dan orang-orang terdekat. (Net)
Editor : Editor Satu