Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Hoaks Meninggal Viral, Dewi Perssik Geram: 16 Akun Didata, Siap Tempuh Jalur Hukum

Editor Satu • Senin, 4 Mei 2026 | 06:10 WIB
Penyanyi dangdut Dewi Perssik geram atas penyebaran hoaks meninggal dunia yang viral di media sosial dan berencana menempuh jalur hukum.
Penyanyi dangdut Dewi Perssik geram atas penyebaran hoaks meninggal dunia yang viral di media sosial dan berencana menempuh jalur hukum.

JAKARTA, METRODAILY – Penyanyi dangdut Dewi Perssik geram setelah menjadi korban penyebaran hoaks meninggal dunia yang viral di media sosial.

Kabar tidak benar tersebut beredar luas melalui siaran langsung (live) sejumlah akun yang secara berulang menyebut dirinya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.

Narasi hoaks itu bahkan disertai foto Dewi Perssik dengan tulisan bernuansa duka, seolah kabar tersebut benar terjadi. Konten serupa muncul secara masif dan terkoordinasi dari berbagai akun.

“Beberapa akun live secara massal ngomongin kronologi meninggalnya saya. Kalau dibikin konten nggak apa-apa, cuma kalau dibikin live kan kesal ya,” ujar Dewi.

Tak hanya itu, pemilik nama panggung Depe tersebut mengaku sempat diundang masuk ke siaran langsung. Namun, alih-alih mendapat ruang klarifikasi, ia justru menerima hinaan.

“Aku di-invite tapi giliran aku masuk malah dihina, dibilang kuntilanak, dibilang hantu, tapi di sampingnya ada foto aku innalillahi saat mereka live,” katanya.

Dalam siaran tersebut, para pelaku bahkan mengarang kronologi kecelakaan secara detail, termasuk menyebut kendaraan yang ditumpangi Dewi mengalami kerusakan parah.

“Mereka jelasin kronologi aku meninggal katanya kecelakaan, mobil aku ringsek,” ungkapnya.

Dewi Perssik mengaku telah mengidentifikasi sekitar 16 akun media sosial yang terlibat dalam penyebaran hoaks tersebut. Ia kini tengah berkonsultasi dengan kuasa hukum untuk menempuh langkah hukum.

“Ada sekitar 16 akun yang sudah aku data,” ujarnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras terkait maraknya penyebaran informasi palsu di media sosial. Selain merugikan korban, hoaks semacam ini juga berpotensi menimbulkan kepanikan dan menyesatkan publik. (Jp)

Editor : Editor Satu
#dewi perssik