JAKARTA, METRODAILY – Pernikahan pasangan selebritas Syifa Hadju dan El Rumi menjadi sorotan setelah diduga terjadi pelanggaran protokol Istana saat kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Acara yang turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu disebut telah diatur dengan prosedur khusus, termasuk sesi foto bersama keluarga inti pengantin.
Namun, berdasarkan informasi yang beredar di kalangan redaksi, terjadi perubahan mendadak dalam susunan sesi foto. Pihak Istana sebelumnya mengatur agar Presiden berfoto terlebih dahulu bersama pasangan orang tua El Rumi, Ahmad Dhani dan Mulan Jameela, serta orang tua Syifa Hadju.
Baca Juga: Amanda Manopo Foto Maternity Pinggir Pantai, Gaya Simpel tapi Anggun
Setelah itu, sesi foto direncanakan bergantian dengan pasangan Maia Estianty dan Irwan Mussry.
Namun di lapangan, El Rumi disebut mengambil keputusan berbeda dengan menggabungkan seluruh orang tua dalam satu sesi foto bersama Presiden.
Keputusan tersebut sempat memicu teguran dari Ahmad Dhani kepada putranya. Meski demikian, El Rumi tetap bersikeras agar seluruh keluarga tampil bersama dalam satu momen.
Situasi itu disebut membuat Presiden Prabowo sempat kebingungan karena melihat lebih dari dua pasangan orang tua pengantin di pelaminan.
Baca Juga: Denada Tambunan Kaget Saat Tahu Sudah Punya Cucu
Informasi yang diterima menyebutkan, Presiden awalnya mendapatkan briefing bahwa hanya akan ada pasangan Ahmad Dhani–Mulan Jameela serta orang tua Syifa Hadju dalam sesi tersebut.
Kehadiran Irwan Mussry dan Maia Estianty dalam waktu bersamaan disebut membuat Presiden sempat salah mengira struktur keluarga pengantin.
Kesalahpahaman itu kemudian diluruskan oleh Ahmad Dhani saat jamuan makan di meja VVIP. Dalam suasana santai, Presiden disebut menerima penjelasan mengenai hubungan keluarga tersebut.
Baca Juga: Terbuka Soal Pilihan Childfree, Rina Nose: Saya Sudah Mengenali Diri Sendiri
Peristiwa ini pun menjadi perhatian karena berkaitan dengan penerapan protokol Istana dalam acara nonkenegaraan yang dihadiri kepala negara. (Net)
Editor : Editor Satu