
SIMALUNGUN, METRODAILY – Pesta Rakyat memperingati Hari Jadi ke-193 Kabupaten Simalungun berlangsung semarak di halaman Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Sabtu (18/4).
Perayaan tahun ini tampil lebih kuat dengan perpaduan nilai sakral budaya dan kemeriahan hiburan rakyat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah atau Mamuhun ke makam Raja Marpitu, sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendiri Simalungun. Prosesi tersebut menjadi simbol penguatan nilai historis sebelum memasuki puncak perayaan.
Baca Juga: Ayah Aniaya Bocah Kelas 1 SD di Siantar, Dipukul Pakai Kabel Charger
Di lokasi acara, ritual Maranggir digelar sebagai bentuk penyucian diri, penolak bala, sekaligus doa memohon keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat Simalungun.
Doa pembuka dipimpin perwakilan Kantor Kementerian Agama Simalungun, Abdul Wahab Dalimunthe.
Kemeriahan semakin terasa saat parade kontingen dari 32 kecamatan mulai digelar. Iring-iringan diawali drum band SMA Plus Efarina, disusul kendaraan hias serta penampilan Siluah—hasil bumi unggulan dari masing-masing wilayah.
Baca Juga: Marsombuh Sihol Awali Rangkaian HUT ke-155 Siantar
Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih bersama Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga dan jajaran Forkopimda menyambut langsung para peserta parade.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Simalungun, Frengki Purba, menjelaskan rangkaian kegiatan dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya.
“Berbagai kegiatan seperti workshop pembuatan Gotong, Bulang, peracikan obat tradisional hingga kuliner khas ditampilkan untuk memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda,” ujarnya.
Baca Juga: Mabes Polri Periksa Senpi di Polres Siantar, Pastikan Aman dan Sesuai Prosedur
Dalam sambutannya, Bupati Anton menegaskan bahwa usia 193 tahun menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pembangunan daerah.
“Ini bukan sekadar perayaan, tetapi refleksi sejarah dan penguatan jati diri. Budaya adalah identitas yang harus dijaga bersama sebagai kekuatan menghadapi globalisasi,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Asisten Administrasi Umum Muhammad Suif Sitorus mengapresiasi perkembangan Simalungun. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai gotong royong sebagai modal sosial pembangunan.
Baca Juga: Perempuan Asal Batam Ditemukan Tewas di Kios Kosong
“Modernisasi tidak boleh menghilangkan jati diri. Kita harus terus meningkatkan kualitas SDM, infrastruktur, dan mengurangi kesenjangan wilayah,” katanya.
Puncak acara diisi beragam pertunjukan seni budaya, mulai dari tarian 100 anak PAUD, Tortor Balang Sahua, Tortor Dihar Simalungun, hingga penampilan paduan suara dan tarian kader TP PKK.
Sebanyak 20 stand UMKM turut meramaikan kegiatan, menampilkan produk unggulan lokal. Dalam kesempatan itu, Pemkab Simalungun juga menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan, meliputi jaminan kecelakaan kerja senilai lebih dari Rp796 juta dan jaminan kematian sebesar Rp42 juta kepada ahli waris.
Baca Juga: Paskah Mamre GBKP 2026: Berbagi untuk Petugas Kebersihan dan Aksi Donor Darah
Perayaan ditutup dengan hiburan rakyat menghadirkan artis ibu kota Vanesa Zee dan Juan Reza (Tobala Bale), serta penampilan musisi lokal seperti Intan Purba, Nuriaty Girsang, Erikson Tondang, Jhon Elyaman Saragih, dan Zefentus Purba. (esa)