METRODAILY - Aktris Tsania Marwa akhirnya merasakan momen yang telah lama dinantikan. Setelah sembilan tahun berpisah dari anak-anaknya, ia untuk pertama kalinya dapat merayakan ulang tahun sang putra secara langsung.
Momen tersebut terjadi pada 25 Maret 2026, saat Tsania mendatangi kediaman mantan suaminya, Atalarik Syach, untuk memberikan ucapan ulang tahun kepada putra mereka, Syarif, yang genap berusia 13 tahun.
Kehadiran Tsania menjadi titik emosional dalam perjalanan panjang konflik hak asuh yang selama ini membatasi interaksinya dengan kedua anaknya. Ia bahkan mengaku tidak menyangka diizinkan masuk ke rumah dan bertemu langsung.
“Speechless banget ternyata dibolehin masuk, ketemu anak-anak, ucapin ulang tahun dan kasih kado,” tulis Tsania dalam unggahan media sosialnya.
Baca Juga: Italia Wajib Hilangkan Penyakit Tegang Lawan Bosnia, Tiket Piala Dunia Dipertaruhkan
Meski pertemuan berlangsung singkat, Tsania menyebut momen tersebut sangat berarti. Ia memilih tidak mengekspos detail kebersamaan dengan anak-anaknya demi menjaga privasi.
“Langsung pulang dengan hati penuh syukur,” ujarnya.
Dalam unggahannya, Tsania juga menyampaikan apresiasi kepada Atalarik Syach yang telah memberikan izin pertemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa tujuan publikasi itu sebagai bentuk penghargaan atas sikap mantan suaminya.
Diketahui, konflik hak asuh antara keduanya telah berlangsung sejak perceraian sekitar sembilan tahun lalu.
Baca Juga: Menang tapi Disemprot! Koeman Sorot Gravenberch: “Malas Bertahan Bikin Belanda Kebobolan”
Meski putusan pengadilan menetapkan hak asuh berada di tangan Tsania, kedua anak mereka selama ini tinggal bersama sang ayah.
Upaya eksekusi hak asuh yang sempat dilakukan bersama Pengadilan Agama Cibinong sebelumnya tidak membuahkan hasil. Tsania kemudian memilih mengalah dengan mempertimbangkan kondisi psikologis anak-anak, dan hanya bisa bertemu di lingkungan sekolah.
Pertemuan terbaru ini menjadi sinyal positif di tengah konflik panjang yang belum sepenuhnya selesai. Setidaknya, ruang komunikasi mulai terbuka—memberi harapan bagi hubungan ibu dan anak yang sempat terputus bertahun-tahun. (dtc)