JAKARTA, METRODAILY – Fokus Asri Welas kini sepenuhnya tertuju pada pemulihan kesehatan putra keduanya, Rayyan Gibran Ridha Rahardja alias Ibran, yang sejak lahir didiagnosis mengalami katarak kongenital.
Namun, kondisi Ibran belakangan berkembang lebih kompleks. Selain gangguan penglihatan, ia juga menunjukkan gejala lain seperti pusing hingga kehilangan keseimbangan saat beraktivitas.
Situasi ini mendorong Asri mengambil langkah medis lanjutan dengan mencari second opinion ke Korea Selatan.
Baca Juga: Ria Ricis Tersentuh Didoakan Aisar Khaled di Depan Ka’bah, Sinyal Hubungan Makin Dekat?
Asri menegaskan bahwa pemeriksaan di Korea Selatan tidak hanya berfokus pada mata, tetapi juga mencakup analisis sel saraf dan kondisi otak secara menyeluruh.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab utama gangguan yang dialami Ibran, sekaligus menentukan apakah terapi stem cell diperlukan.
“Kita lagi cari tahu apakah Ibran ini perlu stem cell atau apa,” ujar Asri, Rabu (25/3).
Stem Cell Berisiko, Harus Lewat Skrining Ketat
Asri menyadari bahwa terapi stem cell bukan prosedur medis sederhana. Ia menekankan pentingnya serangkaian tes skrining sebelum tindakan dilakukan.
Baca Juga: Mulan Jameela Bantah Isu Menghina Guru, Tegaskan Itu Hoaks
Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan tidak ada potensi penyakit lain—seperti sel kanker—yang justru bisa terpicu akibat terapi.
“Stem cell itu nggak main-main, harus dicek dulu semuanya,” tegasnya.
Keluhan paling mengkhawatirkan adalah kondisi Ibran yang kerap mengalami pusing hebat hingga hampir terjatuh. Gejala ini dinilai berisiko tinggi dan tidak bisa ditangani secara parsial.
Karena itu, Asri memilih berkonsultasi langsung dengan spesialis saraf di Korea Selatan guna mendapatkan diagnosis yang lebih komprehensif.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Kewalahan Masak Rendang Karena Diganggu Omara
Trauma Salah Diagnosis, Ingin Penanganan Pasti
Langkah ke luar negeri juga dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap kemungkinan salah diagnosis seperti yang pernah dialami sebelumnya.
Asri ingin memastikan setiap keputusan medis diambil berdasarkan data yang akurat dan menyeluruh.
“Jangan sampai salah diagnosa lagi. Aku ingin Ibran sehat secepat mungkin,” ungkapnya. (dtc)