Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Wulan Guritno Prihatin Anak-anak di NTT Sulit Akses Air Bersih

Editor Satu • Selasa, 10 Maret 2026 | 07:40 WIB

Aktris Wulan Guritno mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya akses air bersih dan sanitasi bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur.
Aktris Wulan Guritno mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya akses air bersih dan sanitasi bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur.

JAKARTA, METRODAILY – Aktris Wulan Guritno mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak di Nusa Tenggara Timur yang masih kesulitan mendapatkan akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak.

Menurut Wulan, keterbatasan fasilitas tersebut berdampak serius pada kehidupan sehari-hari anak-anak, terutama siswi yang sedang mengalami menstruasi.

Sebagai seorang ibu, ia memahami betapa pentingnya fasilitas sanitasi yang aman dan privat bagi remaja perempuan di sekolah.

“Anak-anak perempuan kan ada yang namanya datang bulan. Aku juga perempuan, punya anak perempuan, kita tahu pada saat datang bulan itu keadaannya bagaimana. Jadi harus ada fasilitas yang aman dan privat supaya mereka merasa nyaman,” kata Wulan saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, kemarin.

Wulan menuturkan, ketiadaan ruang tertutup dan minimnya air bersih membuat sebagian siswi memilih tidak masuk sekolah ketika sedang menstruasi.

Rasa malu serta kondisi tubuh yang tidak higienis menjadi alasan utama mereka absen dari kegiatan belajar mengajar.

“Karena ada anak yang aku coba tanya, bilangnya kalau lagi datang bulan ya tidak sekolah. Alasannya malu. Berarti berapa banyak hari belajar mereka yang terpotong. Hal itu memang miris,” ujarnya.

Selain persoalan sanitasi, Wulan juga menyoroti keterbatasan air minum bagi anak-anak di wilayah pedalaman, khususnya di daerah Flores.

Ia mengaku hampir tidak melihat siswa membawa botol minum ke sekolah karena air bersih di rumah mereka sangat terbatas.

“Saya sempat ngobrol dan memperhatikan, hampir tidak ada anak yang membawa botol minum. Bayangkan betapa berharganya air bersih di sana, jadi mereka harus benar-benar menahan haus,” kata Wulan.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin berat karena banyak anak harus berjalan kaki menempuh medan perbukitan untuk mencapai sekolah.

“Iya, mereka jalan kaki naik turun gunung ke sekolah. Saya sampai penasaran mereka minum kapan, dan mereka bilang minum saat berangkat dan nanti saat pulang sekolah,” tuturnya.

Kondisi ini, menurut Wulan, menjadi gambaran nyata betapa pentingnya peningkatan akses air bersih dan fasilitas sanitasi di wilayah terpencil agar anak-anak dapat belajar dengan lebih sehat dan nyaman. (Dtc)

Editor : Editor Satu
#akses air bersih #wulan guritno