Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Cinta Laura Pilu Lihat Korban Banjir Aceh Bertahan di Tenda Berlumpur, Sekolah Tanpa Listrik

Editor Satu • Rabu, 4 Maret 2026 | 07:40 WIB

Cinta Laura saat mengunjungi lokasi terdampak banjir di Aceh bersama Act of Love dan World Wide Fund for Nature (WWF).
Cinta Laura saat mengunjungi lokasi terdampak banjir di Aceh bersama Act of Love dan World Wide Fund for Nature (WWF).

JAKARTA, METRODAILY – Aktris Cinta Laura mengungkapkan keprihatinannya usai mengunjungi lokasi terdampak banjir di Aceh.

Kunjungan tersebut dilakukan bersama yayasannya, Act of Love, serta organisasi lingkungan World Wide Fund for Nature (WWF).

Cinta menyebut kondisi para penyintas masih jauh dari kata layak. Banyak keluarga hingga kini bertahan di tenda-tenda darurat yang rawan tergenang lumpur saat hujan turun.

“Yang membuat aku sangat teramat sedih adalah, hujan sedikit saja daerah di mana korban-korban tinggal itu langsung penuh lumpur yang akhirnya mereka seret ke dalam tenda,” ujar Cinta saat ditemui di Studio Trans TV, Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Senin (2/3).

Menurutnya, tenda darurat tersebut bukan hanya difungsikan sebagai tempat beristirahat, tetapi juga menjadi pusat seluruh aktivitas warga.

“Tenda ini bukan hanya tempat tidur, tapi juga untuk memasak, anak-anak belajar, dan beristirahat. Semua aktivitas dilakukan di situ,” katanya.

Sekolah Darurat Minim Fasilitas

Kondisi memprihatinkan juga terlihat pada sektor pendidikan.

Cinta mengungkapkan sekolah sementara yang digunakan anak-anak korban banjir hanya berupa tenda kosong tanpa aliran listrik dan fasilitas memadai.

Anak-anak terpaksa belajar di lantai dengan pencahayaan terbatas. Sementara itu, para guru mengalami kesulitan karena banyak buku pelajaran hanyut terbawa arus banjir.

“Anak-anak belajar di lantai tanpa pencahayaan yang baik. Guru-guru pun kesulitan karena banyak buku hanyut,” tutur Cinta.

Rehabilitasi Ditargetkan Mulai Juni

Meski hidup dalam keterbatasan, Cinta mengaku terkesan dengan keteguhan warga Aceh. Ia menyebut para penyintas tetap menunjukkan rasa syukur dan mampu bertahan di tengah kondisi sulit.

“Walaupun kondisi kehidupan sulit sekali, mereka tetap bersyukur dan bisa tertawa. Itu menunjukkan kekuatan luar biasa,” ucapnya.

Cinta mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan bagi para korban banjir. Bersama aktris Luna Maya dan WWF, ia menargetkan proses rehabilitasi desa-desa terdampak dapat dimulai pada Juni mendatang.

Menurutnya, pemulihan Aceh membutuhkan anggaran hingga triliunan rupiah dan waktu bertahun-tahun.

“Untuk Aceh bisa kembali pulih butuh triliunan rupiah dan waktu yang panjang. Kita tidak boleh berhenti membantu mereka,” tegas Cinta. (Dtc)

Editor : Editor Satu
#cinta laura #Korban banjir Aceh