Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Cara Unik Fairuz & Sony Didik Anak Saat Ramadan: Pakai Rapor, Ada Reward!

Editor Satu • Kamis, 26 Februari 2026 | 07:00 WIB

Fairuz A Rafiq dan Sony Septian berbagi cerita soal metode rapor Ramadan untuk mendidik anak-anaknya.
Fairuz A Rafiq dan Sony Septian berbagi cerita soal metode rapor Ramadan untuk mendidik anak-anaknya.

METRODAILY - Pasangan selebritas Fairuz A Rafiq dan Sony Septian punya metode kreatif untuk membangun semangat ibadah anak-anak mereka selama bulan suci Ramadan.

Tak sekadar mengajarkan puasa, keduanya membuat “rapor Ramadan” khusus untuk tiga buah hati mereka: King Faaz, Queen Eijaz, dan King Zhafi.

Sistem ini dirancang agar anak-anak lebih termotivasi dalam beribadah sekaligus menjaga akhlak.

Fairuz mengungkapkan, rapor Ramadan tersebut berisi penilaian yang cukup detail. Bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga mencakup adab, perilaku sehari-hari, hingga konsistensi ibadah.

Baca Juga: Chelsea Dinilai Mundur! Obi Mikel Sebut Pemecatan Maresca Keputusan Konyol

“Alhamdulillah, tiga anak ini sekarang lagi semangat banget di bulan Ramadan karena ada rapornya,” ujar Fairuz saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (24/2).

Penilaian meliputi salat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, serta bagaimana mereka mengontrol emosi terhadap saudara maupun orang tua. Setiap capaian diberi poin dan ditempelkan stiker bintang di papan khusus.

“Nah rapornya itu ada tentang tingkah laku, adab, akhlak, ada stikernya dikasih poin-poin. Untuk Al-Qur’an ada poinnya sendiri juga. Jadi mereka ngejar,” jelasnya.

Baca Juga: Eks Wasit Piala Dunia Serang Vinicius: “Provokator yang Berlindung di Balik Isu Rasisme!”

Ada Pengurangan Nilai Jika Melanggar

Layaknya rapor sekolah, sistem ini juga menerapkan konsekuensi. Jika anak-anak bertengkar atau melanggar aturan, mereka tidak mendapatkan stiker.

“Baru kejadian kemarin berantem bertiga. Jadi berarti off, gagal, nggak dapat stikernya,” tutur Fairuz.

Metode ini membuat suasana Ramadan di rumah mereka terasa lebih kompetitif dalam hal kebaikan. Anak-anak berlomba-lomba mengumpulkan poin sebanyak mungkin.

Tak hanya sebatas evaluasi, rapor Ramadan tersebut juga dilengkapi sistem penghargaan.

Baca Juga: Ditekan Transfer Rp84 Juta Euro, Sesko Justru Makin Tajam

Sony Septian menjelaskan, poin yang terkumpul dapat ditukar dengan hadiah pada malam takbiran menjelang Idulfitri.

“Reward dari apa yang mau dikasih dan reward dari apa yang dicapai buat mereka. Akhirnya mereka jadi ngerti,” kata Sony.

Metode ini dinilai efektif karena anak-anak belajar bahwa ibadah dan akhlak baik membawa konsekuensi positif, sekaligus membentuk disiplin sejak dini. (dtc)

Editor : Editor Satu
#ramadan #fairuz a rafiq #Sony Septian