JAKARTA, METRODAILY – Penyanyi Mahalini menghadirkan momen emosional dalam konser spesial bertajuk Koma yang digelar Sabtu (14/2).
Di tengah penampilannya, Mahalini ‘menghadirkan’ mendiang ibundanya, Ni Nyoman Serini Rahardja, serta mendiang ibu mertuanya, Lina Jubaedah.
Momen haru itu terjadi saat Mahalini membawakan lagu Bawa Dia Kembali. Potret kedua almarhumah ditampilkan di layar LED raksasa di belakang panggung, membuat suasana konser berubah menjadi penuh haru dan keheningan.
Baca Juga: Tya Ariestya Alami Luka Robek di Wajah, Dapat 8 Jahitan di IGD
Ayah mertua Mahalini, komedian Sule, mengungkapkan bahwa ide tersebut datang langsung dari sang menantu.
Mahalini disebut ingin menyatukan dua keluarga besar dalam satu panggung melalui penghormatan kepada kedua almarhumah.
“Lini sebetulnya yang mau. Ini kan konsep yang dulu pernah dipakai sama Iky juga karena Lini mau menyatukan dua keluarga dari almarhum mamanya Lini dan mamanya Iky,” ujar Sule saat tampil di program FYP, Senin (23/2).
“Iky” yang dimaksud adalah Rizky Febian, suami Mahalini sekaligus putra Sule.
Baca Juga: El Rumi–Syifa Hadju Segera Menikah, Siap Gelar Resepsi Mewah Undang 2.000 Tamu
Sule Ikut Terharu
Tak hanya penonton yang larut dalam suasana emosional, Sule juga mengaku ikut berkaca-kaca saat Mahalini menyanyikan lagu tersebut bersama adik-adik Rizky Febian.
Meski sempat berseloroh bahwa matanya berair karena kakinya terinjak putra bungsunya, Ferdi, Sule mengakui dirinya benar-benar terharu.
Menurutnya, momen tersebut memperlihatkan kekompakan anak-anaknya yang hingga kini tetap saling mendukung dan tidak pernah memperlihatkan konflik terbuka.
Baca Juga: Lupakan Kekalahan, Inter Milan Siap Tampil Agresif Habis-habisan
“Sampai saat ini anak-anak tidak pernah memperlihatkan satu sama lain berantem. Mereka saling support, kompak, saling menjaga,” tuturnya.
Dalam konser tersebut, Sule juga tampil membawakan lagu populernya, Susis. Ia menyebut penampilan itu merupakan permintaan langsung dari Mahalini yang ingin melihat ayah mertuanya tampil di panggung konsernya.
Terkait honorarium, Sule menegaskan tetap dibayar secara profesional, meski tidak sebesar tarif penampilannya di acara lain.
Baca Juga: Dipermalukan Arsenal, Tottenham Terancam Degradasi?
“Adalah (bayaran) profesional. Cuma nggak mahal, seikhlasnya saja. Nggak usah munafiklah, mereka juga jual tiket,” ujarnya.
Konser Koma pun menjadi bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan ajang penghormatan dan simbol penyatuan dua keluarga besar yang kini terikat dalam satu rumah tangga. (dtc)