JAKARTA, METRODAILY – Aktris Dahlia Poland membagikan kisah pahit dalam hidupnya setelah mengetahui sang mantan suami, Fandy Christian, berselingkuh ketika mereka masih berstatus suami istri.
Peristiwa tersebut membuat Dahlia sempat merasa insecure hingga kehilangan rasa percaya diri.
Sebelum resmi bercerai pada 2025, Dahlia mengaku pernah memergoki Fandy berselingkuh dengan lawan mainnya di sinetron pada 2023.
Meski sempat mencoba mempertahankan rumah tangga, hubungan keduanya akhirnya berakhir di meja hijau.
Publik dikejutkan ketika Dahlia mengajukan gugatan cerai pada Juni 2025. Namun, setelah resmi berpisah, Dahlia menegaskan bahwa kehadiran orang ketiga bukanlah penyebab utama perceraian mereka.
Meski demikian, Dahlia tak menampik luka emosional yang ia rasakan saat kembali mengingat momen perselingkuhan tersebut.
“Pengin nangis. Jadi marah iya, kecewa iya. Kalau sekarang dari masalah itu sudah move on lama, cuma kalau keingat rasa yang aku rasain saat itu adalah rasa jelek,” ujar Dahlia dalam tayangan di kanal YouTube Feni Rose Official, Selasa (27/1).
Bintang sinetron Ganteng-Ganteng Serigala itu mengaku kondisi mentalnya sempat terpuruk hingga memengaruhi aktivitas sehari-hari, termasuk keaktifannya di media sosial.
“Down. Tadinya aku rajin bikin konten sama anak-anak, setelah kejadian itu aku benar-benar stop. Mood aku hilang,” ungkapnya.
Dahlia juga mengaku enggan bertemu banyak orang karena takut mendapatkan penilaian negatif dari lingkungan sekitar.
Ia bahkan merasa insecure terhadap kondisi fisiknya, meski sang mantan suami disebut tak pernah melontarkan komentar buruk.
“Takut buat ketemu orang, takut omongan orang kayak, ‘Ya gimana lakinya nggak selingkuh’,” tuturnya.
Dahlia menyebut butuh waktu sekitar empat bulan untuk benar-benar memaafkan dan berdamai dengan situasi tersebut.
“Empat bulan setelah itu mulai bisa memaafkan,” katanya.
Usai resmi bercerai, Dahlia Poland memilih tinggal di kos. Meski hubungan rumah tangga berakhir, ia memastikan tetap menjalin komunikasi yang baik dengan Fandy Christian demi kepentingan anak-anak mereka. (int)
Editor : Editor Satu