Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Aurelie Moeremans Terima Ancaman dan Serangan Buzzer Usai Rilis Buku Memoar

Editor Satu • Selasa, 27 Januari 2026 | 07:10 WIB
Aktris Aurelie Moeremans mengungkap intimidasi dan ancaman yang dialaminya usai merilis buku memoar Broken Strings.
Aktris Aurelie Moeremans mengungkap intimidasi dan ancaman yang dialaminya usai merilis buku memoar Broken Strings.

JAKARTA, METRODAILY – Aktris Aurelie Moeremans menjadi sorotan publik usai merilis buku memoar berjudul Broken Strings.

Di balik kesuksesan buku tersebut, Aurelie mengaku menghadapi intimidasi dan ancaman yang datang silih berganti.

Buku Broken Strings disebut telah diklik lebih dari 23 juta kali. Namun, popularitas tersebut justru diikuti tekanan secara digital terhadap Aurelie, mulai dari pernyataan intimidatif di media sosial hingga dugaan upaya menjatuhkan reputasinya melalui buzzer.

Aurelie mengungkapkan sejak awal dirinya sudah memprediksi keputusan untuk speak up melalui buku tersebut akan memancing reaksi keras dari masa lalunya. Kekhawatiran itu ternyata terbukti.

“Ketakutan aku adalah diancam lagi seperti waktu aku masih SMA. Udah lama banget sih, tapi walaupun udah 16 tahun yang lalu, sampai sekarang tokoh yang ada di buku ini masih memantau setiap langkah aku rasanya,” ujar Aurelie melalui kanal YouTube miliknya, Minggu (25/1).

Pemeran film Story of Kale itu juga menceritakan adanya pihak tertentu yang melakukan siaran langsung di media sosial dengan pernyataan yang dinilainya menyudutkan dan bersifat intimidatif.

Menurut Aurelie, banyak penonton siaran tersebut tidak memahami konteks permasalahan yang sebenarnya.

“Ada satu pihak yang sibuk live di media sosial dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menurut aku sangat intimidatif. Dia tuh ya sibuk sendiri,” tuturnya.

Tak hanya itu, istri Tyler Bigenho tersebut mengaku menerima informasi terkait dugaan penggunaan jasa buzzer untuk menyerang kredibilitasnya.

Beberapa influencer disebut sempat dihubungi oleh pihak tertentu dengan tawaran imbalan.

“Sampai ada buzzer-buzzer dan influencer. Ada yang kontak aku bilang ada satu pihak yang mau menjatuhkan nama aku dengan kasih imbalan,” ungkap Aurelie.

Meski memilih fokus pada pemulihan trauma, Aurelie menegaskan tidak akan tinggal diam jika intimidasi dan ancaman terus berlanjut. Ia membuka peluang untuk menempuh jalur hukum.

“Tapi kalau ancaman dan intimidasi tetap berlanjut, aku nggak mungkin diam saja seperti dulu,” pungkasnya. (Dtc)

Editor : Editor Satu
#aurelie moeremans