Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Tasya Kamila Ajarkan Bahasa Inggris Sejak Dini, Fokus Bangun Kepercayaan Diri Anak

Editor Satu • Rabu, 14 Januari 2026 | 07:45 WIB
Tasya Kamila menekankan pentingnya pembelajaran bahasa Inggris sejak usia dini untuk membangun kepercayaan diri anak.
Tasya Kamila menekankan pentingnya pembelajaran bahasa Inggris sejak usia dini untuk membangun kepercayaan diri anak.

JAKARTA, METRODAILY — Artis Tasya Kamila memiliki pandangan tersendiri soal pendidikan anak, khususnya dalam pembelajaran bahasa Inggris sejak usia dini.

Menurutnya, kemampuan berbahasa asing tidak hanya penting untuk akademis, tetapi juga berperan besar dalam membangun rasa percaya diri anak.

Sebagai seorang ibu, Tasya menilai pembelajaran bahasa Inggris tidak cukup jika hanya dilakukan di rumah.

Karena itu, sejak setahun terakhir ia mendaftarkan sang putra, Arrasya, untuk mengikuti kursus bahasa Inggris.

“Saya merasa anak tidak cukup belajar bahasa Inggris di rumah saja. Terutama untuk orang tua yang berkomunikasi pakai bahasa Indonesia, sebaiknya anak juga belajar di kursus atau sekolah bahasa Inggris,” ujar Tasya dalam keterangan resmi, Senin (12/1).

Arrasya yang kini berusia 6 tahun tercatat sebagai murid English 1 sejak 2025. Selain membaca dan menulis, anak Tasya juga dibekali keterampilan hidup (life skills), khususnya keberanian berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

“Arrasya diajarkan untuk berani berbicara, berkomunikasi, dan mempraktikkan bahasa Inggris dalam keseharian,” tuturnya.

Tasya mengaku melihat perubahan positif pada putranya. Menurutnya, lingkungan belajar yang menyenangkan membuat anak lebih aktif dan tidak merasa tertekan.

“Masuk English 1 memberi kesempatan Arrasya lebih banyak berbicara bahasa Inggris bersama teman-temannya, belajar sambil bermain di lingkungan yang nyaman,” kata pelantun Anak Gembala tersebut.

Pendekatan belajar sambil bermain ini sejalan dengan konsep yang diusung English 1, yang baru saja menggelar Kompetisi Nasional Spelling Bee ke-18 di Balai Sarbini, Jakarta.

President Director English 1, Matthew Kenley, menyebut kompetisi ini sebagai tonggak penting setelah 30 tahun English 1 hadir di Indonesia.

Sebanyak 1.300 murid mengikuti kompetisi tingkat nasional, hasil seleksi dari 19.500 peserta di 58 kota.

“Tahun ini bukan sekadar kompetisi, tapi menjadi awal dari era baru English 1,” ujar Matthew.

Untuk pertama kalinya, sertifikat pemenang Spelling Bee Nasional juga didaftarkan ke Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebagai bentuk pengakuan akademik resmi.

“Kebutuhan akan pendidikan bahasa Inggris berkualitas semakin tinggi, dan kami ingin menghadirkan kesempatan yang lebih merata bagi anak-anak Indonesia,” kata Rhea Danaparamita, Marketing Director English 1. (dtc)

Editor : Editor Satu
#tasya kamila #belajar bahasa inggris