Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pinkan Mambo Bawa Anak Berobat Jantung ke Singapura

Editor Satu • Kamis, 8 Januari 2026 | 07:45 WIB
Pinkan Mambo menceritakan perjuangannya membawa sang anak, Luke, berobat jantung ke Singapura setelah mengalami kondisi kritis.
Pinkan Mambo menceritakan perjuangannya membawa sang anak, Luke, berobat jantung ke Singapura setelah mengalami kondisi kritis.

JAKARTA, METRODAILY – Penyanyi Pinkan Mambo mengungkap perjuangan berat menyelamatkan nyawa anaknya, Luke, yang didiagnosis mengalami lemah otot jantung.

Dengan kondisi kritis, Pinkan membawa sang anak berobat ke Singapura dalam perjalanan penuh risiko yang nyaris berujung putus asa.

Pinkan menceritakan, kondisi Luke semula sangat mengkhawatirkan saat masih dirawat di Indonesia. Tubuh anaknya mengalami pembengkakan parah akibat penumpukan cairan.

Baca Juga: Amanda Manopo Perankan Putri Kecantikan: 'Cantik Tak Diukur dari Postur Tubuh'

“Sakitnya itu jantungnya, lemah otot jantungnya. Memang sudah bengkak, perutnya besar tapi kakinya kecil. Ternyata itu air,” ujar Pinkan saat ditemui di Studio Rumpi: No Secret, TTV, Jakarta Selatan, Selasa (6/1).

Dengan keterbatasan biaya, Pinkan nekat membawa Luke ke Singapura melalui jalur laut.

Perjalanan yang ditempuh selama sekitar 30 jam menjadi momen paling menegangkan karena kondisi Luke semakin memburuk dan mengalami sesak napas berat.

Situasi tersebut bahkan membuat Pinkan diminta menandatangani surat pernyataan darurat yang membekas secara psikologis.

Baca Juga: Piala Afrika 2025: Aljazair dan Pantai Gading Melaju ke Perempatfinal

“Di laut sempat dibilang, ‘Nanti kalau meninggal dibuang ke laut, kamu harus tanda tangan.’ Itu benar-benar gambling antara hidup dan mati anak. Aku nangis, Luke juga sempat nyerah dan minta pulang saja,” kenangnya dengan suara bergetar.

Setibanya di Singapura, diagnosis dokter datang dengan cepat namun menyakitkan. Tim medis sempat menyatakan kondisi Luke sangat kritis dan memprediksi usianya tidak akan bertahan lama.

“Dokter semua sudah nyerah, tidak bisa berbuat apa-apa. Paling hanya tiga hari sampai dua minggu maksimal. Aku nangis banget waktu itu,” tutur Pinkan.

Baca Juga: Barcelona Bidik Trofi Piala Super Spanyol, Flick: Ini Suntikan Energi Musim Ini

Meski demikian, Pinkan memilih untuk tidak menyerah. Ia terus berdoa dan meminta waktu serta kesembuhan bagi putranya. Secara mengejutkan, kondisi Luke justru membaik tanpa melalui tindakan operasi besar.

“Dia mengeluarkan cairan sampai 27 liter dari tubuhnya, hanya lewat pipis. Fungsi jantungnya yang tadinya cuma 20–30 persen, naik jadi 70 persen. Dokter sampai heran dan bilang ini keajaiban Tuhan,” ungkap pelantun Kekasih Yang Tak Dianggap tersebut.

Kini, kondisi Luke berangsur stabil dan menunjukkan perkembangan positif, menjadi titik terang dari perjuangan panjang Pinkan Mambo dalam menghadapi masa-masa paling kritis dalam hidupnya. (dtc)

Editor : Editor Satu
#pinkan mambo