JAKARTA, METRODAILY – Nama Aura Kasih kembali menjadi perbincangan publik seiring beredarnya isu pernikahan siri dengan Ridwan Kamil di Amerika Serikat.
Kabar tersebut mencuat di media sosial tidak lama setelah Atalia Praratya melayangkan gugatan cerai terhadap Ridwan Kamil ke Pengadilan Agama Bandung pada penghujung 2025.
Isu tersebut ramai diperbincangkan usai sebuah akun TikTok, @myeeve, mengunggah konten yang menampilkan lukisan bertuliskan “Marry in Manhattan”.
Lukisan itu diduga merupakan karya Ridwan Kamil dan disebut terinspirasi dari seorang perempuan yang ditemuinya di New York, Amerika Serikat.
“Menikah di Manhattan adalah salah satu dari lukisan Ridwan Kamil yang diduga terinspirasi oleh seorang perempuan yang dia temui di New York, Amerika,” tulis akun tersebut dalam keterangannya.
Spekulasi semakin berkembang setelah akun itu membandingkan lukisan tersebut dengan unggahan Instagram Aura Kasih yang memperlihatkan dirinya tengah memegang payung saat berada di Manhattan.
Kecocokan visual itu memicu asumsi netizen bahwa perempuan dalam lukisan tersebut adalah Aura Kasih.
Beragam komentar pun bermunculan di media sosial. Sebagian netizen menduga Ridwan Kamil dan Aura Kasih telah menikah secara diam-diam, sementara yang lain menilai isu tersebut sebagai bentuk spekulasi berlebihan dan tidak berdasar.
“Yassalam. Bu Cinta dinikahin di Gedebage, Aura Kasih di Manhattan,” tulis salah satu netizen.
“Kalau sama si AK beneran deep fall in love nggak sih,” komentar lainnya.
Namun, tidak sedikit pula netizen yang membantah tudingan tersebut. Mereka menyebut lukisan Marry in Manhattan bukan karya Ridwan Kamil, melainkan hasil karya Aura Kasih sendiri, sehingga narasi yang beredar dinilai tidak valid.
Baca Juga: Mbappe Cedera Lutut, Endrick Sudah Dipinjamkan: Ini Kata Xabi Alonso
Menanggapi isu yang berkembang, Yanti Nurdin selaku kuasa hukum Aura Kasih secara tegas membantah adanya hubungan spesial antara kliennya dengan Ridwan Kamil.
“Semua yang beredar mau A, B, C, itu tidak benar semua,” ujar Yanti Nurdin.
Ia juga mengingatkan publik agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial, mengingat kemajuan teknologi saat ini memungkinkan terjadinya manipulasi konten.
“Sekarang banyak hasil rekayasa, termasuk AI, yang bisa dibuat-buat seperti itu,” tambahnya. (jp)
Editor : Editor Satu