Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ratna Galih Bersyukur Bisa Salurkan Bantuan ke Sumatera, Turun Langsung Jadi Relawan Bencana

Editor Satu • Jumat, 19 Desember 2025 | 07:30 WIB
Artis Ratna Galih saat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam di Sumatera sebagai bagian dari aksi relawan sosial.
Artis Ratna Galih saat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam di Sumatera sebagai bagian dari aksi relawan sosial.

JAKARTA, METRODAILY – Artis Ratna Galih mengaku bersyukur dapat terjun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam di Sumatera.

Pengalaman tersebut disebutnya meninggalkan kesan mendalam sekaligus menjadi pengingat untuk terus bersyukur dan memaknai hidup.

Ratna menceritakan, kunjungannya ke Aceh Tamiang merupakan perjalanan kedua dalam rangkaian misi kemanusiaan pascabencana alam. Sebelumnya, ia terlebih dahulu mendatangi Sumatera Barat bersama sejumlah relawan.

“Sebenarnya yang ke Tamiang itu kunjungan kedua. Yang pertama aku ke Sumbar,” ujar Ratna Galih saat ditemui di Studio Rumpi No Secret Trans TV, kemarin.

Keputusan Ratna berangkat ke Sumatera Barat berawal dari ajakan sahabatnya, Natasha Rizki, yang membuka penggalangan dana bagi korban bencana.

Sebagai warga asli Padang, Natasha menginisiasi donasi yang mendapat respons besar dari masyarakat.

Selain melalui penggalangan dana tersebut, Ratna juga bergerak bersama komunitas yang ia dirikan, The Strong Ma’am Project. Mereka membuka donasi secara mandiri dan sepakat menyalurkannya langsung ke lokasi terdampak.

“Akhirnya kita sepakat, lebih baik donasinya disalurkan langsung agar amanah para donatur benar-benar sampai,” ungkap Ratna.

Bersama Natasha Rizki dan Dian Ayu, Ratna berangkat pulang-pergi ke Sumatera Barat. Setibanya di Malolo, Sumbar, ia mengaku tersentuh melihat langsung kondisi para korban.

“Melihat langsung, rasanya ujian mereka berat sekali. Walaupun tidak banyak yang bisa kami lakukan, setidaknya kami hadir memberi dukungan moral,” tuturnya.

Pengalaman tersebut membuat Ratna merasa bertanggung jawab penuh terhadap dana donasi yang dipercayakan kepadanya. Ia bahkan mengaku sulit beristirahat sebelum seluruh bantuan tersalurkan.

Kesempatan berikutnya datang saat Ratna memiliki jeda jadwal kerja di Kuala Lumpur sebelum melanjutkan penerbangan ke Melbourne.

Ia memanfaatkan waktu singkat tersebut untuk terbang ke Aceh Tamiang setelah berkoordinasi dengan relawan di lapangan.

“Waktunya sangat mepet, tapi semua tim mendukung. Akhirnya aku bisa belanja dan menyalurkan bantuan langsung,” ujarnya.

Meski serba spontan dan tanpa istirahat cukup, Ratna bersyukur bisa hadir langsung membantu para korban.

“Kalau tidak datang, rasanya tidak tenang memikirkan dana orang yang dititipkan kepada saya,” katanya.

Lebih dari sekadar menyalurkan bantuan, Ratna menilai perjalanan tersebut sebagai pengingat besar dalam hidupnya untuk lebih bersyukur dan menata ulang tujuan hidup.

“Saya diingatkan untuk bersyukur dan melihat hidup dengan perspektif yang lebih luas,” ucapnya.

Ratna juga menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan media sosial yang dimilikinya sebagai sarana menyebarkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

“Kita bisa menggunakan media sosial untuk hal-hal yang jauh lebih bermanfaat bagi banyak orang,” pungkasnya. (dtc)

Editor : Editor Satu
#ratna galih #relawan kemanusiaan #bencana Sumatera