Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Fuji Ungkap Alami ADHD, Sering Sulit Fokus dan Konsultasi ke Psikolog

Editor Satu • Kamis, 18 Desember 2025 | 07:45 WIB
Fuji berbagi pengalaman dalam podcast Raditya Dika, mengungkap gejala ADHD yang dialaminya dan proses konsultasi ke psikolog.
Fuji berbagi pengalaman dalam podcast Raditya Dika, mengungkap gejala ADHD yang dialaminya dan proses konsultasi ke psikolog.

JAKARTA, METRODAILY – Fujianti Utami atau Fuji mengungkapkan dirinya mengalami gangguan perkembangan saraf, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Pernyataan ini ia sampaikan dalam podcast Raditya Dika di kanal YouTube @radityadika, Selasa (16/12/2025).

Menurut Fuji, gejala ADHD sudah dirasakan sejak kecil. Ia kesulitan fokus, sering lupa menaruh barang, dan kerap tidak ingat apa yang baru saja dilakukannya.

“Dari kecil sebenarnya mama sama papa sudah sering banget marahin aku, aku suka lupa taruh barang, suka lupa apa yang aku lakukan,” ujarnya.

Fuji menambahkan, ia lebih mudah berkonsentrasi saat sendirian dibandingkan berada di suasana ramai. Ia juga mengaku kesulitan menghafal skrip dan mempertahankan fokus dalam pembicaraan.

“Aku susah banget namanya ngapalin skrip, fokus ke topik pembicaraan,” kata Fuji.

Dalam pekerjaannya, Fuji sering bersikap tidak konsisten. Ia kerap meninggalkan proses pengeditan di tengah jalan karena bosan, lalu baru melanjutkannya setelah waktu lama.

“Terus pas lagi ngedit, ngedit setengah udah bosan, tinggalin. Terus abis itu lupa, aku lanjut editannya sebulan kemudian,” jelasnya.

Kesadaran untuk memeriksakan diri ke psikolog muncul setelah dorongan temannya, Vio. Awalnya, Fuji menolak karena merasa tidak membutuhkan bantuan.

Namun setelah dibujuk, Fuji akhirnya menghadiri sesi konseling. Pada pertemuan ketiga, ia mulai lebih terbuka dan menyadari sulit mengekspresikan perasaannya.

“Aku tuh tidak tahu cara ekspresinya. Aku kayak ngawang aja gitu loh, jadi kayak tatapan kosong gitu,” ungkap Fuji.

Hasil tes dan diskusi dengan psikolog menunjukkan bahwa Fuji memiliki gejala ADHD.

“Abis itu psikolognya bilang. Coba deh kamu tes… Terus aku bilang aku nggak bisa fokus. Terus aku suka meledak-ledak. Dia bilang kamu kayaknya punya gejala ADHD, terus dijelasin,” jelasnya.

Fuji berharap pengakuannya ini bisa membuka wawasan masyarakat tentang ADHD dan pentingnya pemahaman serta dukungan bagi mereka yang mengalaminya. (jp)

Editor : Editor Satu
#fuji #adhd