ACEH, METRODAILY – Aktris dan aktivis kemanusiaan Zaskia Adya Mecca membagikan pengalaman pilunya saat membantu warga terdampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang.
Ia mengungkap masih minimnya bantuan yang masuk, hingga membuat sebagian warga terpaksa melakukan penjarahan demi bertahan hidup.
Dalam unggahan di Instagram yang memiliki 22,5 juta pengikut, Zaskia mengingatkan para relawan agar berhati-hati menuju kawasan Tamiang yang disebut rawan penjarahan.
“Hati-hati ke Tamiang! Banyak penjarahan. Pas kami sampai di Tamiang malam pula jam 21.00,” tulisnya.
Namun di balik itu, ia justru bertemu warga yang memilih memikirkan kelompok lain yang kondisinya lebih parah. Warga tersebut meminta Zaskia mengutamakan daerah yang aksesnya terputus.
“Kalau memungkinkan kakak bawa bantuan lebih ke dalam lagi saja! Ke titik saudara-saudara kami yang terputus akses,” begitu kata warga kepada Zaskia.
“Makan minum mereka pasti sudah habis. Tolong mereka kak.”
Zaskia mengaku terharu mendengar permintaan itu, sebab warga yang ia temui juga dalam kondisi sangat kekurangan.
“Padahal mereka pun cerita minum dari air hujan, makan sehari sekali juga untung-untungan, tidur nggak ada tempat bersih, mulai sakit-sakit terutama pernapasan karena debu sangat tebal,” ungkapnya.
Zaskia juga bertemu warga yang sudah kelaparan hingga tak tahu lagi apa yang bisa dimakan.
Ketika ia mengatakan hanya membawa tiga botol air karena logistik masih di truk belakang, warga itu langsung meminta.
“‘Boleh kah kami minta kak? Terima kasih banyak! Semoga selamat sampai tujuan,’” tulis Zaskia menirukan ucapan warga tersebut.
Ia mengatakan, pengalaman itu memperlihatkan betapa berharganya sebotol air putih bagi warga terdampak bencana di Tamiang.
Meski ada kabar penjarahan, Zaskia meminta para relawan tidak gentar dan tetap bergerak cepat.
“Nggak usah takut teman-teman yang mau bawa logistik ke Tamiang. Jangan teralihkan isu-isu yang ada. Gerak! Jalan! Gapai sebanyak-banyaknya titik,” tegasnya.
Zaskia menilai pergerakan mandiri dari relawan jauh lebih efisien di masa bencana karena tidak terhambat proses birokrasi.
Menurutnya, semakin cepat bantuan tiba, semakin banyak nyawa yang dapat tertolong. (jp)
Editor : Editor Satu