DELISERDANG, METRODAILY – Artis sekaligus aktivis Cinta Laura membagikan pengalaman mendalam usai melakukan perjalanan panjang ke pedalaman Asmat, Papua. Kunjungan ini membuka matanya tentang kehidupan masyarakat Indonesia Timur yang masih serba terbatas.
Cinta menempuh perjalanan berlapis mulai dari Jakarta–Makassar–Timika–Ewer Airport, sebelum melanjutkan perjalanan dengan speedboat menuju desa-desa terpencil yang tak memiliki akses jalan darat.
“Desa-desa di Asmat nggak ada akses mobil, jadi harus naik speedboat,” kata Cinta.
Baca Juga: Ditahan Turki 2-2, Spanyol Tetap Sukses Amankan Tiket Piala Dunia 2026
Di pedalaman, ia melihat langsung betapa warga hidup dalam keterbatasan. Air hujan menjadi sumber utama untuk minum, memasak, dan mandi.
“Tinggal di pedalaman bikin makin bersyukur. Warga sangat bergantung pada air hujan,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dan lembaga besar lebih memberi perhatian pada wilayah Indonesia Timur.
“Indonesia bukan cuma Jawa. Banyak daerah terpencil yang butuh bantuan nyata,” tegasnya.
Baca Juga: Penalti Paqueta Melayang, Brasil Gagal Menang Lawan Tunisia
Momen yang Paling Menggetarkan
Saat mengunjungi Posyandu di Desa Akat, Cinta melihat ruangan kecil dan panas, dipadati ibu-ibu dan anak-anak yang sabar menunggu imunisasi dan pemeriksaan kesehatan.
Namun momen paling menyentuh terjadi ketika ia memasak sagu bakar bersama anak-anak SD. Ia mengetahui satu keluarga hanya memiliki 6 udang untuk 7 orang. Ayah keluarga itu bahkan memberikan udang tersebut kepadanya karena menganggapnya tamu.
“Bapaknya bilang dia cukup makan kepala udang. Aku sampai speechless,” ungkap Cinta.
Cinta mengatakan masyarakat Papua memiliki ketulusan dan keramahan yang sulit ia temui di tempat lain.
“Orang Papua sangat tulus, rendah hati, dan welcoming. Papua jadi tempat favorit aku.”
Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Mali 2-2, Dua Kali Diguncang Sekou Kone
Ia bertekad menjalankan lebih banyak aksi sosial di Papua jika karier dan rezekinya memungkinkan.
“Ke depan, aku mau bikin aksi sosial jangka panjang supaya dampaknya benar-benar terasa.” (net)
Editor : Editor Satu