JAKARTA, METRODAILY – Aktris muda Davina Tesalonika Karamoy, atau lebih dikenal sebagai Davina Karamoy, kembali memerankan karakter pelakor (perebut laki orang) dalam film terbarunya "Dendam Malam Kelam".
Sebelumnya, nama Davina melejit usai sukses memerankan sosok Rani dalam film viral "Ipar Adalah Maut", yang membuatnya sempat menjadi sasaran kemarahan penonton.
Peran kontroversial tersebut bahkan membuat Davina mengalami kejadian tak menyenangkan di dunia nyata. Ia mengaku pernah dicubit hingga dilabrak oleh orang asing karena peran yang ia mainkan.
Baca Juga: Putri Ariani Tampil di F1 Singapura 2025, Satu Panggung dengan G-DRAGON dan CL
Meski demikian, pengalaman itu tak menyurutkan langkahnya. Dalam film barunya, Davina kembali memerankan sosok wanita penggoda—namun dengan karakter yang jauh lebih kompleks.
“Di sini susah banget sebenarnya, tapi aku suka banget filmnya karena aku memang suka genre crime mystery, seru nontonnya,” ujar Davina dalam podcast Goyang Lidah yang dipandu komedian Praz Teguh.
Menurut Davina, peran kali ini menjadi tantangan baru karena ia harus menyelami karakter dengan konflik batin yang kuat. Ia ingin penonton bisa memahami alasan di balik tindakan tokohnya.
Baca Juga: Penimbunan Sungai di Belawan, DPRD Medan Tegaskan Akan Terus Mengawal
“Aku mikir ini kesempatan bagus buat belajar. Gimana caranya bikin penonton merasakan konflik batin si karakter ini—kenapa dia sampai melakukan hal itu,” paparnya.
Meski sempat merasa tak nyaman dengan komentar pedas dan tatapan sinis selama proses syuting, Davina berusaha tetap profesional.
“Ya namanya juga peran ya. Aku berusaha memisahkan antara karakter di layar sama diri aku sendiri di kehidupan nyata,” ujarnya sambil tertawa kecil.
Baca Juga: Minta Kades Diperiksa, Warga Banjar Hulu Unjuk Rasa di Kejaksaan Simalungun
Praz Teguh turut mengapresiasi keberanian Davina dalam mengambil peran yang menantang, dan menyebut hal itu sebagai bagian dari proses pendewasaan seorang aktor.
Menariknya, di balik peran-peran kontroversial yang ia mainkan, Davina menyimpan cita-cita mulia. Perempuan kelahiran 17 Agustus 2002 ini mengaku ingin menjadi guru TK karena kecintaannya pada anak-anak kecil.
“Aku tuh suka anak kecil, tapi masih kecil ya. Kalau sudah SD aku biasa aja. Suka sih suka, cuma suka banget sama anak TK,” katanya. (jp)
Editor : Editor Satu