METRODAILY - Di balik senyum hangat dan suara lembut Shanty saat menyapa media di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, tersimpan sebuah babak hidup baru yang tak banyak ia ungkap ke publik—hingga akhirnya hari itu tiba.
Untuk pertama kalinya, pelantun lagu “Hanya Memuji” itu mengakui bahwa dirinya kini berstatus janda. Pernikahan yang pernah ia bangun bersama Sebastian Paredes selama 12 tahun telah usai. Namun, alih-alih menyesali, Shanty justru menyambut masa barunya dengan penuh syukur.
“Dulu saya tetap bahagia, loh. Sekarang lebih bahagia,” tuturnya ringan, seolah ingin menegaskan bahwa perpisahan bukan akhir dari kebahagiaan.
Baca Juga: Audiensi ke Pemkab Asahan, BPJS Ketenagakerjaan Berikan Dukungan Tercapainya UCJ
“Ya, susah-susah gampang,” lanjutnya ketika bicara soal peran barunya sebagai ibu sekaligus ayah bagi dua putranya.
Keputusan kembali ke Indonesia pada 2022 dan menetap di Bali bukan hanya soal geografis, tapi juga emosional. Di pulau yang kaya akan ketenangan dan inspirasi itu, Shanty membangun ulang hidupnya—pelan-pelan, tapi pasti. Bali memberinya ruang bernapas, ruang berkarya, dan ruang menjadi dirinya sendiri.
“Justru di Bali tuh dapat idenya gampang banget,” kata Shanty, menolak kemungkinan pindah ke Jakarta. “Nggak tahu kenapa, nggak dapat jiwanya di sana.”
Kini, ia kembali aktif di dunia hiburan. Belum lama ini, Shanty merilis single terbaru bertajuk “Dahulu”, ciptaan Rieka Roeslan yang diaransemen ulang.
Baca Juga: Bupati Samosir Vandiko Gultom Sampaikan Nota Pengantar LKPj Tahun Anggaran 2024
Namun, meski semangat berkarya kembali menyala, satu hal tak pernah berubah: anak tetap jadi prioritas utama. Setiap tawaran kerja ditimbang matang. Bila harus keluar kota, ia memastikan waktu jauh dari anak-anaknya seminimal mungkin.
“Sebisa mungkin begitu selesai acara, penerbangan pertama pasti saya udah ke Bali lagi. Itu komitmen yang benar-benar saya pegang,” ujarnya tegas.
Teknologi yang kian canggih membuat semuanya lebih mudah. Komunikasi dan pekerjaan bisa dijalankan dari mana saja. Baginya, semua sudah cukup. Tak perlu lagi ada kompromi antara karier dan peran sebagai ibu.
“Sekarang kan enak, apa-apa tinggal kirim file, terus Zoom atau video call,” ujarnya. “Pokoknya jiwa saya udah di Bali deh. Udah hidup dan mati di sana.”
Baca Juga: Lokasi Judi Tembak Ikan di Sibolga Digrebek Polsek Sambas
Dari seorang istri dan ibu rumah tangga di Hongkong, kini Shanty menjadi perempuan mandiri di Bali—mengasuh anak, berkarya, dan menata ulang hidupnya.
Bukan sekadar bangkit dari perceraian, tapi juga menemukan versi terbaik dari dirinya. Di sana, di tengah suara ombak dan aroma dupa, Shanty menemukan damainya. Dan dari damai itu, lahirlah kembali Shanty yang baru. (jp)
Editor : Editor Satu