Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Sengketa Warisan, Indira Soediro Berseteru dengan Adik Kandung

Editor Satu • Kamis, 13 Maret 2025 | 07:10 WIB
Indira Soediro
Indira Soediro

METRODAILY - Model sekaligus mantan Puteri Indonesia 1992, Indira Soediro, masih menghadapi perseteruan dengan adik kandungnya terkait warisan keluarga.

Meski ingin menyelesaikan konflik ini secara damai, Indira mengaku upayanya untuk berdiskusi selalu menemui jalan buntu.

Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (11/3), Indira mengungkapkan kesedihannya atas situasi ini.

Ia menegaskan bahwa dirinya tak ingin ada konflik berkepanjangan dalam keluarga.

"Saya bertahun-tahun ini sedih. Saya bergelut dengan ini. Bukan saya yang ingin ribut. Justru saya ingin masalah ini cepat selesai dan damai," kata Indira.

Salah satu hal yang disayangkan Indira adalah sikap sang adik yang menolak pertemuan langsung untuk menyelesaikan masalah ini.

Ia mengaku sudah beberapa kali mencoba mencari solusi, tetapi komunikasi tetap terhambat.

"Upaya kami untuk bertemu dan berdiskusi selalu ditolak. Kami pernah berusaha bertemu, tapi tidak bisa duduk bersama. Dia bahkan memutus silaturahmi dengan kami," ujarnya.

Lebih jauh, Indira menyebut bahwa adiknya hanya bersedia membahas persoalan warisan ini melalui jalur hukum.

"Dia tidak mau bertemu. Dia hanya mau bertemu di meja hijau," kata Indira dengan nada kecewa.

Meskipun sengketa ini telah dibawa ke pengadilan, Indira dan tim hukumnya masih membuka peluang untuk penyelesaian secara damai.

Baca Juga: Tissa Biani Empat Tahun Berjuang Melawan Jerawat

"Kebetulan pada hari Kamis besok akan ada mediasi atas permintaan kami. Harapannya, semuanya bisa dikomunikasikan di sana," ujar Kuspriyanto, kuasa hukum Indira Soediro.

Kini, nasib sengketa warisan ini bergantung pada mediasi yang akan datang. (Dtc)

Editor : Editor Satu
#sengketa warisan #Indira Soediro