METRODAILY - Cut Meyriska dan Roger Danuarta, pasangan selebritas yang dikenal dengan kehangatan keluarganya, tengah mempertimbangkan untuk menambah momongan.
Namun, rencana tersebut mendapat penolakan halus dari anak kedua mereka, Jourell Kenzie Danuarta, yang masih sangat bergantung pada kehadiran kedua orang tuanya.
Dalam wawancara di Studio Trans TV, Cut Meyriska mengungkapkan bahwa keinginan menambah anggota keluarga baru terhenti karena Jourell yang baru berusia dua tahun tampak belum siap menerima perubahan.
Baca Juga: Hari Ini, Pekerja Ojol Serentak Matikan Aplikasi
"Dia masih kecil, terutama dalam hal kebiasaan. Saat tidur pun masih selalu ingin bersama mamanya. Kalau kita paksa hadirkan adik baru, nanti dia merasa tersisihkan. Rasanya kasihan jika harus mengorbankan kenyamanan dan perhatian yang sudah ada," ujar Meyriska.
Momen ini menggambarkan bagaimana dalam keluarga modern, bahkan suara dan perasaan anak kecil menjadi pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan keluarga.
Baca Juga: PSSA Asahan Kalah Tipis dari Paya Bakung United
Cut Meyriska menambahkan, jika nantinya mendapatkan persetujuan dari Jourell, ia ingin menambah seorang anak perempuan untuk menyeimbangkan dinamika keluarga, yang selama ini hanya terdiri dari dua anak laki-laki.
"Sudah dua cowok, kadang aku sampai capek kalau harus menggendong dua anak sekaligus. Mungkin dengan anak perempuan, suasana bisa lebih kalem dan menyenangkan," ungkapnya.
Tak hanya itu, Meyriska juga menyoroti peran protektif suaminya, Roger Danuarta, yang selalu detail dalam hal kebutuhan dan kesejahteraan anak-anaknya.
Baca Juga: Arsenal Tumbangkan Leicester Meski Kesulitan Buka Pertahanan Lawan
"Pasti Roger yang paling perhatian dan protektif soal anak. Hal itu membuat kami berdua selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan yang berdampak pada keluarga," pungkasnya.
Pasangan yang menikah pada 17 Agustus 2019 ini telah diberkahi dengan dua anak laki-laki, Shaquille Kaili Danuarta dan Jourell Kenzie Danuarta, yang kini menjadi inspirasi tersendiri dalam pembentukan keputusan keluarga yang inklusif dan penuh kasih. (dtc)
Editor : Editor Satu