Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Tanah Angelica Simperler Diserobot Pengembang, Kerugian Rp1,3 Triliun

Editor Satu • Kamis, 24 Oktober 2024 | 08:30 WIB
Angelica Simperler
Angelica Simperler

METRODAILY - Artis Angelica Simperler membuat pengakuan mengejutkan. Tanah milik keluarga suaminya, Rico Hidros Daeng, diserobot oleh pengembang besar.

Luas tanah milik keluarga suami Angelica Simperler yang kemudian dipecah ke dalam 17 ahli waris, mencapai 9,3 hektare (Ha).
"Semuanya ada 17 ahli waris. Aku sama suami salah satu ahli warisnya," ujar Angelica kepada wartawan, belum lama ini.

Dia mengatakan, di antara 17 pemilik itu, satu-satunya yang masih hidup adalah kakek dari suami Angelica. Sementara pemilik yang lainnya sudah meninggal dunia dan kini tinggal ahli warisnya.

Angelica sangat kecewa terhadap salah satu pengembang besar karena tiba-tiba mengambil tanah milik keluarga suaminya yang berlokasi di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara tanpa ada kesepakatan apapun.

Pengembang mulai melakukan pengurukan tanah pada tahun 2011 silam dan kini tanah milik keluarga Angelica sudah berubah menjadi bangunan komersial.
"Sekarang sudah jadi apartemen, perkantoran, jadi lahan komersial lah," papar Angelica.

Terkait angka bernilai fantastis mencapai Rp1,3 triliun, menurut Angelica, itu adalah perhitungan harga tanah sekarang. Namun jika ada pembicaraan baik dari pihak pengembang, Angelica memastikan pihaknya bisa melepas tanah itu di bawah harga market saat ini.

Angelica menyatakan dirinya dan keluarga sudah menunjuk kuasa hukum untuk membantu menangani kasus tanah keluarga tersebut. Demi mempertahankan hak atas tanah itu, Angelica sudah melayangkan somasi ditujukan ke pihak pengembang.

"Somasi sudah 3 kali tapi belum ada respons," ujar Angelica.

Dia pun berharap masalah ini tidak perlu berakhir dalam gugatan pengadilan apabila masih bisa dibicarakan dengan baik bersama pihak pengembang. Jika ada itikad baik untuk pihak pengembang berbicara untuk mencari solusi terbaik, Angelica ingin masalah ini dapat selesai di luar proses pengadilan.

"Tujuan saya speak up supaya ada respons dari pihak pengembang. Tapi belum ada respons sampai sekarang. Ini berhubungan dengan pengembang besar, agak susah ya," paparnya.

Kini tanah milik keluarga suami Angelica telah berubah menjadi pusat perkantoran hingga apartemen di daerah Jakarta Utara. Sebelum menunjuk kuasa hukum yang baru, keluarga Angelica sempat menunjuk kuasa hukum untuk menangani kasusnya. Namun, sayangnya mereka tidak puas dengan pekerjaan kuasa hukum itu.

"Bisa jadi kuasa hukum sebelumnya dapat lebih besar dari pihak sana, jadinya nggak jelas mau memperjuangkan," tuturnya. (jp)

Editor : Editor Satu
#angelica simperler