METRODAILY - Mantan kelinci Playboy, presenter TV Inggris, Precious Muir, mengatakan dirinya berada di pesta putih Sean ‘Diddy’ Combs atau P Diddy, ketika ia dibius setelah minum 'hanya satu tegukan'. Ia merasa seperti terkena stroke.
Diddy, rapper berusia 54 tahun itu saat ini ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn terkait berbagai tuduhan, termasuk perdagangan seks, pemerasan, dan dalam prostitusi.
Diddy juga sedang berjuang melawan banyaknya tuduhan penyerangan seksual dan kekerasan fisik, yang diajukan oleh perempuan dan lak,i-laki yang mengklaim bahwa rapper ini memperkosa dan menyerang mereka di banyak pesta mesum. Beberapa di antaranya saat masih di bawah umur.
Ketika tuduhan terus mengalir, presenter Inggris Precious Muir berbicara tentang saat dia menjadi bagian dari bus yang memuat model-model muda yang diundang ke salah satu pesta terkenal P Diddy.
Mantan model berusia 33 tahun, yang juga menghadiri Playboy Mansion Hugh Heffner, mengatakan, sebagai model berusia 19 tahun dan baru di Manhattan, dia didorong untuk pergi ke pesta sebagai bentuk networking, sekaligus untuk masuk ke dalam dunia hiburan. Pesta-pesta dinilai sebagai lingkaran yang dapat memajukan karirnya.
Dia didekati oleh 'pembawa acara VIP' - promotor klub - dan diundang untuk menghadiri Pesta Putih Sean Combs di Hamptons. Ada bus antar-jemput yang memuat bintang muda cantik.
Berbicara di podcast DailyMail The Trial of Diddy dia mengenang: “Tentu saja saya ingin pergi. Siapa yang tidak ingin mendapat kesempatan itu? Itu bukan kesempatan yang diberikan kepada setiap model. Saya di tempat baru, dan saya mencoba mencari teman,” katanya.
Pembawa acara VIP mengatur akomodasi untuk para gadis-gadis yang tidak dikenal Precious. Bis antar-jemput itu disediakan untuk mengantar mereka ke dan dari pesta. Precious ingat, dirinya “sangat gugup” karena dia “tidak tahu” apa yang dia hadapi.
Saat para model muda tiba di pesta, mereka disambut dengan “sampanye di nampan”. Warga London itu kemudian mengklaim bahwa dia “benar-benar dibius di pesta ini.”
Menggambarkan dampak seketika dari dugaan narkoba terhadap dirinya, dia berkata: “Seseorang telah memasukkan sesuatu ke dalam minuman. Saya langsung bereaksi terhadap satu tegukan minuman itu. Itu hanya membuat saya melakukan gerakan di mana satu sisi wajah saya terjatuh. Saya hampir merasa seperti terserang stroke.”
Seorang penjaga keamanan berhasil mengeluarkannya dari situasi tersebut, dan menempatkannya “di tempat yang aman.” Dia juga mencoba memberikan air minum, “mencoba mengeluarkan apa pun itu” dari sistem tubuhnya.
“(Airnya) tidak mau turun. Airnya jatuh begitu saja ke sisi wajahku,” kenangnya. “Itu membuat saya trauma karena pengalaman itu. Itu adalah salah satu pesta pertama yang pernah saya datangi." (dailystar)
Editor : Editor Satu