Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Produser Film ‘Tulang Belulang Tulang’ Ingin Ekspos Danau Toba Lebih Gede

Editor Satu • Rabu, 25 September 2024 | 11:27 WIB
Ricky Wijaya, putra kelahiran Tebing Tinggi, yang bertindak selaku produser eksekutif, berbagi alasan di balik keterlibatannya dalam proyek film Tulang Belulang Tulang.
Ricky Wijaya, putra kelahiran Tebing Tinggi, yang bertindak selaku produser eksekutif, berbagi alasan di balik keterlibatannya dalam proyek film Tulang Belulang Tulang.

MEDAN, METRODAILY – Setelah melalui proses syuting yang lumayan lama, akhirnya film “Tulang Belulang Tulang” akan tayang di bioskop mulai 26 September 2024.

Film yang diproduksi oleh Adhya Pictures dan Pomp Films ini mengangkat semangat kekeluargaan melalui budaya Batak, dengan latar keindahan Danau Toba dan adat istiadat khas Sumatera Utara.

Ricky Wijaya, putra kelahiran Tebing Tinggi, yang bertindak selaku produser eksekutif, berbagi alasan di balik keterlibatannya dalam proyek film ini.

“Awal diajak join, saya tanya, syutingnya di mana? Ooo.. kawasan (Danau) Toba? Bolehlah gabung. Saya ingin Toba dieskpos lebih gede. Jadi jangan hanya syuting di dalam ruangan saja,” kata Ricky Wijaya, saat temu pers di Medan, Rabu (24/9/2024).

Ia menjelaskan, dirinya juga ingin mengekspos budaya lokal. Dan film “Tulang Belulang Tulang” ini mewakili unsur hiburan sekaligus edukasi tentang budaya lokal. “Sebagai pebisnis lokal, saya pasti ingin mengekpos budaya lokal. Kalau bukan kita, siapa lagi?” tanyanya seraya tersenyum.

Ia mengaku sangat puas dengan film “Tulang Belulang Tulang”. “Puas banget. Banyak yang belum tau tentang budaya ini (mangongkal holi, red). Bahkan perantau Batak mengaku jadi teringat akan budaya ini. Lagunya juga menghibur banget. Ada adegan sedih, senang, berjuang, dll,” katanya.

Film “Tulang Belulang Tulang” yang diproduksi oleh Adhya Pictures dan Pomp Films, mengangkat cerita berlatar belakang budaya Batak, Mangongkal Holi, yakni pemindahan tulang belulang, sebagai tradisi penghormatan kepada leluhur bagi keluarga Batak yang mampu melaksanakannya.

Film yang disutradarai oleh Sammaria Sari Simanjuntak ini berkisah tentang sebuah keluarga yang akan melaksanakan upacara ‘Mangokal Holi’ di kampung halaman. Celakanya, koper berisi tulang belulang Tulang Tua (Kakek Buyut) hilang! Mereka harus segera menemukan tulang kalau tidak mau dikutuk Opung (Nenek) dan seluruh keluarga besar yang sudah menunggu siap berpesta di tepi Danau Toba.

Perjalanan mencari tulang memaksa mereka bersatu mengarungi banyak cobaan: mulai dari ngebut-ngebutan di jalanan berliku di tepian Danau Toba, kejar-kejaran dengan anjing pemakan tulang, sampai melintasi hutan ber harimau, menggunakan high heels!

Kehormatan keluarga mereka dipertaruhkan. Perjalananan ini membuat mereka mempertanyakan kembali apa arti harga diri bagi keluarga mereka.

“Tulang Belulang Tulang” dibintangi oleh artis-artis berdarah Batak Atiqah Hasiholan (Mami Laterina), Tasha Siahaan (Cian), Tanta Ginting (Tulang Ucok), David Saragih (Papi Mondo), Cornel Nadeak (Alon), Lina ‘Mak Gondut’ Marpaung (Opung Tiolin) dan Landung Simatupang (Tulang Tua). Semua pemeran ini berhasil menghidupkan karakter dengan kuat dan autentik.

Film ini juga didukung oleh PMM dan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, sebagai bagian dari program Indonesiana Film 2021. (mea)

Editor : Editor Satu
#Tulang Belulang Tulang