Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Tatjana Saphira Bintangi Film Horor Berlatar Adat Sunda

Editor Satu • Jumat, 28 Juni 2024 | 11:54 WIB
Tatjana Saphira.
Tatjana Saphira.

METRODAILY - Artis cantik Tatjana Saphira membintangi film horor terbaru berjudul Kampung Siluman Pulo Majeti. Film horror produksi Lingkar Pictures berlatar adat Sunda. Di sini, Tatjana Saphira berperan sebagai Alia, anak dari Seruni dan Ki Eman.

"Alia dulunya warga di kampung Majeti. "Nah saat kecil ia dihanyutkan supaya bisa keluar dari kampung itu dan bisa lepas dari kontrak gaib," jelas Tatjana Saphira di kawasan Kemang Jakarta Selatan, Rabu (26/6)..

Film ini disutradarai oleh Jose Poernomo dan diproduseri oleh Girry Pratama, dengan Yuliandre Darwis, Zarof Ricar, dan Agung Winarno sebagai produser eksekutif. Jose menjelaskan hal menarik dari cerita di film ini.

“Kita gak tahu entitas apa yang ada di sana entah iblis atau apa, dan masyarakat Majeti berdampingan dengan makhluk itu. Kalau di Saranjana kan ada portal yaa, tapi di pulau Majeti ada treatment berbeda karena yang bisa masuk hanya dalam tanda kutip keluarga yang diakui. Terus diceritakan juga gimana kami mau coba gambarkan apa yang dilihat ketika masuk ke Pulau Majeti, tapi kita bener-bener bukan yang didramatisasi, ini kita bener-bener coba gambarkan apa yang ada disana,” jelas Jose.

Film Horor Kampung Siluman Pulo Majeti mengisahkan tentang seorang warga Pulo Majeti yang membatalkan pernikahan dengan raja jin, sehingga anak perempuannya yang berusia 5 tahun dipinang oleh bangsa jin.

Sang ibu yang sakit parah berhasil menyelamatkan anaknya dengan melarungnya menggunakan sampan, hingga ditemukan oleh seorang nelayan tua bernama Jaka, yang kemudian memberinya nama Alia.

Alia tumbuh dewasa dan kembali ke Pulo Majeti untuk mencari keluarganya, menghadapi berbagai kejadian aneh dan menegangkan.

“Kebetulan ini horor berlatar adat Sunda yang pertama kami buat, bahasanya juga full Sunda, cuman nanti kita akan terus latih dan uji coba apakah dicampur,” jelas produser Girry Pratama.

Produksi film ini akan dimulai pada 1 Juli 2024 dan berlangsung hingga 27 Juli 2024. Lokasi syuting akan dilakukan di berbagai tempat eksotis dan menawan, termasuk Pangandaran, Ciwidey, Batu Karas, Platar Agung, Pulo Majeti, Tangkuban Perahu, Manggala Giri, Romania, dan Muara Angke.

Lokasi-lokasi ini dipilih untuk menambah nuansa mistis dan mencekam sesuai dengan tema cerita film. (oz)

Editor : Editor Satu
#tatjana saphira