METRODAILY - Tsania Marwa hingga saat ini dirinya masih memperjuangkan hak asuh anak secara utuh. Bahkan ia pun masih mengingat jelas detik-detik penjemputan anaknya oleh Atalarik 7 tahun silam.
"Ketika ingin bercerai, saya pulang ke rumah orang tua saya dan saya membawa kedua anak saya dengan dua suster. Lalu tiba-tiba, suatu pagi mantan suami saya datang ke rumah orang tua saya masuk tanpa izin dan langsung mengambil kedua anak saya," beber Tsania Marwa dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK), Medan Merdeka, Jakarta Pusat, kemarin.
Marwa mengatakan dirinya hanya bisa menemui sang anak di sekolahnya ketika jam istirahat. Sebagai ibu, bintang film Dalam Mihrab Cinta ini berusaha memberikan perhatian penuh kepada anak-anaknya setiap bertemu.
"Aku tidak bermaksud untuk meninggalkan mereka. Mungkin sekarang mereka nggak ngerti, tapi suatu saat mereka akan ngerti. Terus saya tetap untuk meminta mereka menjadi anak-anak yang kuat, anak-anak yang saleh solehah itu yang paling pertama dan selalu doakan saja," jelasnya.
Sejatinya, Marwa mengaku tak mengetahui lagi pertumbuhan kedua anaknya selama berpisah.
"Saya nggak tahu. Saya nggak berani ngomong baik-baik saja, karena saya perlu lihat faktanya dan saya nggak tahu faktanya," tuturnya.
Sementara itu, lewat sidang MK, Marwa bersama sejumlah ibu-ibu yang mengalami nasib serupa pun berharap gugatannya bisa menemui titik terang. Sebab, mereka ingin hidup bersama layaknya ibu dan anak lain meski tak bisa menyelamatkan bahtera rumah tangganya.
"Dengan kerendahan hati saya memohon kepada Mahkamah Konstitusi untuk mengabulkan gugatan para pemohon dan saya sebagai saksi dengan kuasa hukum yang ada untuk bisa memberikan keadilan yang seadil-adilnya," kata Tsania Marwa.
"Karena ini memang satu fenomena yang harus segera diatasi, negara harus hadir di sini dan kalau dibandingkan dengan negara lain tuh semua negara lain tuh udah punya lho peraturan-peraturan tetap kayak gini," pungkasnya. (oz)
Editor : Admin Metro Daily