METRODAILY - Kabar sedih datang dari komika Kiky Saputri dan suaminya, M Khairi. Pasangan yang menikah pada 28 Januari 2023 tersebut harus kehilangan calon buah hati pertama akibat mengalami keguguran.
"Sedih rasanya kami harus kehilangan," ujar Kiky Saputri dalam video di kanal YouTube miliknya.
Komika yang kerap melakukan roasting terhadap sejumlah tokoh publik di Tanah Air itu menyatakan, keguguran yang dialaminya sudah sekitar satu bulan lalu di saat usia kehamilan baru memasuki 2,5 bulan atau 10 minggu, tepatnya Februari 2024.
"Usia kehamilan sampai hari ini 3,5 bulan seharusnya. Tapi takdir Allah menentukan kita harus berpisah dengan janin aku di usia kandungan 2,5 bulan," kata Kiky.
Rasa kehilangan tentu membuat Kiky dan suami sangat sedih karena memang sangat mengharapkan kehadiran buah hati di keluarga kecilnya. Kiky dan Khairi sempat mengalami down, merasa tertekan, berantem, hingga merasa bersalah.
"Penyebab pastinya ada, ditambah dengan faktor lain. Aku kecapekan. Aku pikir selama ini kuat kerja sana sini, ternyata di dalam perut aku nggak sekuat aku," papar Kiky.
Dari kejadian itu, dia mengaku belajar untuk dapat lebih menjaga diri supaya tidak terlalu kecapekan ketika sedang hamil.
"Ini pelajaran berharga buat aku. Aku memang workaholic, kerja sana-sini. Mual, muntah, masih ke ke Singapura, masih premier film juga," ujarnya.
Selain itu, keguguran yang dialami Kiky juga diakibatkan adanya kista yang muncul di dalam tubuhnya. Awalnya dia dan suami sepakat tidak akan membuka kabar itu ke publik.
"Kenapa nggak mau di-up? Kita mau share kebahagiaan saja. Tapi akan jadi masalah kalau kita nggak kasih tahu," ujarnya.
Hal itu terpaksa diungkapnya ke publik mengingat ada banyak pertanyaan dari netizen bertanya soal kehamilan seiring Kiky Saputri masih cukup aktif bekerja.
Pengangkatan Ovarium
Tak hanya itu, ovarium (indung telur) sang komika juga diangkat karena kista yang mengganas.
Kiky keguguran di usia kandungan 10 minggu atau 2,5 bulan, tepatnya pada Februari 2024. "Takdir Allah menentukan kita harus berpisah dengan janjin aku di usia kandungan 2,5 bulan atau 10 minggu," ujarnya.
Meski sudah melewati masa menyedihkan itu, namun tangis Kiky tak bisa tertahan saat menceritakan bagaimana proses keguguran itu terjadi. Ia sangat merasa bersalah dan menyesal.
Dia mengurai penemuan kista terjadi sejatinya sebelum hamil atau enam bulan setelah menikah. Ketika itu, Kiky mengalami sakit alam lambung, namun lama sembuh. Akhirnya di-USG.
"Ternyaya pas dicek ada kista di luar dinding rahim waktu itu masih 3,8 centi," jelasnya.
Niat awal mau membersihkan kistanya, namun di awal dirasa tidak mengganggu hingga akhirnya dia hamil. Namun, ternyata seiring jalannya waktu kista juga berkembang ke area dinding rahim.
"Serat makanan untuk janin diambil kista, pas aku keguguran kistanya sudah 4,6 centi," sambungnya.
Hingga pada suatu hari, Kiky mengalami flek saat hendak syuting dan pas kerja darah yang keluar makin banyak.
Kiky pun memeriksakan diri ke dokter. "Janin ketahuan enggak berkembang, detak jantungnya enggak berhenti, sebelumnya (bunyi) kencang. Dokter ngecek detak jantung (janin) sudah enggak ada," tuturnya.
Layaknya pasangan yang sangat berharap momongan, ketika itu keduanya tak langsung percaya dengan apa yang terjadi.
"Aku enggak percaya, kasih kabar keluarga, besoknya kita ke dokter (lagi), kita cek lagi memang sudah enggak ada. Janin menyusut harusnya 3 centi, kemudian 1,5 centi, lalu 1,1 centi, akhirnya untuk kuret," bebernya.
Setelah kuret, kista tidak ditangani, karena normalnya setelah janinnya dibersihkan kistanya juga ikut mengecil. Namun, yang terjadi sebaliknya.
"Allah kasih nikmat yang luar biasa. Di tanggal 6 Maret aku mengalami sakit di bawah perut yang luar biasa," ujarnya.
Sakit itu, seperti fase menstruasi namun 10 kali lipat lebih sakit. Kiky sempat berpikir sakit karena haid pertama setelah kuret.
Namun, ketika diperiksa ke dokter, kistanya malah membesar dengan 5,1 centi. Akhirnya dokter memutuskan diangkat kistanya karena takutnya berbahaya ke rahimnya Kiky. Dan, ternyata kista itu memang sudah menggerogoti ovarium Kiky sebelah kiri. Mau tidak mau harus diangkat juga.
"Kalau enggak diangkat kista akan berkembang di tempat yang lain, akan menjalar ke ovarioum kanan. Dokter bilang itu opsi terakhir ovarium kiri diangkat," sebutnya.
Kiky menangis harus kehilangan dua hal dalam satu bulan, yakni janin dan ovariumnya.
"Aku harus kehilangan anak dan kehilangan ovarioum kiri. Walau dokter bilang ovarium kanan masih bagus, kayak aku ngerasa bersalah kenapa nggak jaga diri dengan baik," ucapnya.
Dia berharap kejadian ini bisa jadi pelajaran ibu-ibu yang sedang menanti momongan atau yang sedang hamil.
"Kalau memang ada kista, sedini mungkin enggak nyepelin, yang akhirnya menyesal datangnya belakangan. Memeriksa sedini mungkin ke dokter," saran Kiky.
Kiky mengaku baru bercerita saat ini soal keguguran dan kista karena sebelumnya dia down dan kerap menangis.
Secara fisik dan mental, dia belum siap untuk bercerita pada saat itu.
"Sekarang Alhamdulillah mentalnya sudah pulih, makanya aku bisa ngomong sekarang," katanya yang mengaku terkadang masih suka menangis saking dalamnya rasa kehilangan calon buah hati yang memang dinanti-nantikannya. (jp)
Editor : Admin Metro Daily