Zulfani ditangkap polisi setelah melakukan aksi penipuan dengan modus ”menjual” sang istri, Putri Amelia (selengkapnya lihat grafis). Selain itu, dia diketahui membawa senjata tajam (sajam) tanpa izin dalam mobil yang digunakan untuk melakukan aksi penipuan di Belitung Timur, Bangka Belitung, tersebut.
”Saya meminta maaf kepada warga Belitung dan masyarakat Indonesia, saya akui bersalah. Hanya saja dari awal tidak ada niat untuk melakukan tindak kejahatan,” kata Zulfani saat dihadirkan sebagai tersangka dalam konferensi pers di Mapolres Belitung Timur kemarin.
Ada lima orang di dalam mobil All New Ertiga putih itu. Selain Zulfani (26); dan Putri (21); ada Aldi (22); Hafandi (18); dan Afandi (18). Kejadian bermula pada Jumat (28/4) malam saat Zulfani ingin membawakan oleh-oleh untuk mertua yang akan dikunjungi di Manggar, Belitung Timur, tapi tak punya uang.
Rentetan kejadiannya yang berujung penangkapan berlangsung sampai Sabtu (29/4) dini hari.
Kanit Res Polsek Gantung Ipda Sandi Iriawan kepada Belitong Ekspres menyebutkan untuk kasus penipuan Open BO dengan pelaku Putri ditangani Satreskrim Polres Beltim. “Yang bersangkutan menjalani pemeriksaan dan ditahan di Polres Beltim,” katanya.
Penangkapan Zulfani cs diwarnai kejar-kejaran, serempetan, dan tabrakan. Saat meninggalkan korban penipuan di sebuah penginapan di Manggar, mereka langsung kabur menuju arah Kecamatan Gantung yang juga berada di Belitung Timur.
Aksi mereka ternyata diketahui korban dan langsung mengejar mobil ke arah Gantung bersama salah seorang rekan. Untuk meneror korban, Zulfani mengambil samurai untuk menakuti.
Sementara itu, mobil yang ditumpangi Zulfani Pasha dan Putri Amelia memilih kabur ke arah Dusun Langkang guna menghindari kejaran korban. Saat merasa aman, mereka kembali ke arah Gantung untuk mencari penginapan.
Sesampai di penginapan, Zulfani Pasha langsung beristirahat, sedangkan Putri Amelia dan rekannya berinisiatif keluar penginapan untuk membeli minuman dan rokok. Karena merasa ada yang mengejar, mobil justru menyerempet pengendara sepeda motor.
Lagi-lagi karena takut, mereka putar arah kembali dan kabur. Saat melintas di depan Pos Pengamanan Operasi Ketupat Menumbing di Pasar Gantung, personel jaga mengenali mobil mereka dan segera menghubungi Kanitres Polsek Gantung untuk melakukan pengejaran. (msi/c19/ttg/jp) Editor : Metro Daily